Jombang – tarnabakunews.com
Sinar matahari sore yang mulai meredup di ufuk barat Dusun Kedung Urip tak menyurutkan semangat puluhan pendekar berbaju hitam. Di tengah suasana tenang menjelang berbuka puasa pada Rabu (18/03/2026), jalanan desa mendadak ramai oleh deretan pemuda-pemudi yang membawa paket takjil.

Keluarga besar Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Rayon Kedung Urip kembali menunjukkan eksistensinya. Bukan dalam ajang tanding fisik, melainkan dalam kompetisi menebar kebajikan melalui aksi sosial pembagian 1.000 paket takjil bagi masyarakat luas.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Mas Kur selaku Ketua Pelaksana ini melibatkan sedikitnya 60 personel, yang terdiri dari para pendekar pria dan Srikandi (pendekar wanita) PSHT. Kehadiran mereka di jalanan bukan sekadar formalitas organisasi, melainkan wujud nyata dari pengamalan ajaran luhur PSHT.

“Ramadan adalah momentum emas untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus meningkatkan kepekaan sosial kita. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran PSHT bukan hanya sebagai organisasi bela diri, tapi sebagai bagian dari keluarga besar warga yang saling peduli,” ujar Mas Kur di sela-sela kesibukan membagikan paket makanan.

Ada yang berbeda dari aksi berbagi kali ini. Jika biasanya takjil disiapkan secara kolektif di satu dapur, para pendekar PSHT Rayon Kedung Urip memilih langkah yang lebih berdampak bagi ekonomi rakyat. Mereka memborong habis dagangan para pelaku UMKM di sekitar Dusun Kedung Urip.

Mulai dari kolak, es buah, hingga aneka gorengan yang dijajakan warga di pinggir jalan dibeli langsung oleh organisasi untuk kemudian didistribusikan kembali kepada pengguna jalan. Langkah ini sontak menuai senyum sumringah dari para pedagang kecil.

“Kami sangat terbantu. Biasanya harus menunggu sampai maghrib baru habis, ini tadi alhamdulillah langsung diborong habis oleh Mas-mas dan Mbak-mbak PSHT. Ekonomi kecil seperti kami merasa sangat diperhatikan,” ungkap salah satu pedagang takjil setempat.

Meski melibatkan jumlah massa yang cukup banyak, kegiatan berlangsung dengan sangat tertib. Dengan atribut kebesaran organisasi yang khas, para pendekar menyapa setiap pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki dengan sikap santun dan penuh kehangatan. Kedisiplinan yang ditempa selama latihan bela diri terpancar jelas dari cara mereka mengatur arus lalu lintas agar pembagian takjil tidak mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Aksi ini ditutup dengan sesi doa bersama di bawah langit senja. Mas Kur berharap kegiatan ini dapat menjadi pemantik bagi elemen masyarakat lainnya untuk saling bantu, terutama di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan.

“Semoga langkah kecil ini membawa keberkahan bagi kami dan masyarakat. Kami ingin menanamkan semangat gotong royong agar persaudaraan antar warga semakin kokoh,” tutupnya.

Melalui kegiatan ini, PSHT Rayon Kedung Urip membuktikan bahwa kekuatan sejati seorang pendekar tidak hanya terletak pada ketangkasan jurusnya, tetapi pada kelembutan hati untuk mengabdi kepada sesama manusia sejalan dengan prinsip Memayu Hayuning Bawana.

Kabiro Jombang : Mif
Editor : Riyadh Hasan Mahrez
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *