INDONESIA CAPAI SWASEMBADA PANGAN NASIONAL, IMPOR HANYA 5 PERSEN DARI KEBUTUHAN

Jakarta, tarnabakunews.com, 26 April 2026 – Badan Pangan Nasional (Bapanas) secara resmi mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai status swasembada pangan nasional. Capaian ini ditandai dengan tingkat impor pangan pokok strategis yang hanya mencapai sekitar 5 persen dari total kebutuhan konsumsi, jauh di bawah ambang batas 10 persen yang ditetapkan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO).

DATA DAN FAKTA RESMI

Berdasarkan data Bapanas, rincian capaian tersebut adalah sebagai berikut:

  • Total produksi 11 komoditas strategis: 73,7 juta ton per tahun
  • Total kebutuhan konsumsi nasional: 68,7 juta ton per tahun
  • Total impor: 3,5 juta ton per tahun (sekitar 4,8% dari produksi, 5,1% dari kebutuhan)

Komoditas yang masih diimpor dalam jumlah terbatas meliputi kedelai (2,6 juta ton), bawang putih (600 ribu ton), dan daging ruminansia (350 ribu ton). Sementara itu, sejumlah komoditas utama telah mencapai surplus produksi yang signifikan, antara lain:

  • Beras: surplus 15,8 juta ton
  • Jagung: surplus 4,7 juta ton
  • Gula konsumsi: surplus 797 ribu ton
  • Daging ayam: surplus 950 ribu ton
  • Telur ayam: surplus 517 ribu ton

Per tanggal 23 April 2026, total stok pangan nasional mencapai lebih dari 5 juta ton, meningkat 264,2% dibandingkan periode yang sama dua tahun lalu dan 65,8% dibandingkan tahun sebelumnya. Cadangan Beras Pemerintah (CBP) juga mencapai angka tertinggi sepanjang sejarah, mencapai 4,6 juta ton yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama 10-11 bulan ke depan.

PERNYATAAN RESMI

Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman:

“Definisi yang kita sepakati bersama FAO, swasembada pangan tercapai apabila impor maksimal 10 persen dari total kebutuhan. Saat ini kita hanya berada di kisaran 5 persen, artinya Indonesia sudah benar-benar swasembada. Ini bukan hanya angka, tapi bukti nyata bahwa produksi dalam negeri mampu menopang kebutuhan seluruh rakyat.”

“Capaian ini dicapai dalam waktu singkat di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kita tidak hanya swasembada beras, tapi juga pada sumber karbohidrat dan protein lainnya. Pangan kita aman, stok kita kokoh, siap menghadapi tantangan cuaca ekstrem maupun dinamika geopolitik global.”

“Swasembada pangan adalah harga diri bangsa. Dengan capaian ini, kita semakin mandiri, tidak bergantung pada pasokan luar negeri, dan mampu menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Pencapaian swasembada pangan ini merupakan hasil kerja keras bersama lintas sektor, dukungan kebijakan pemerintah, serta semangat petani dan pelaku usaha pangan di seluruh Indonesia. Pemerintah akan terus memperkuat strategi ketahanan pangan, meningkatkan produksi, dan menjaga kesejahteraan petani agar capaian ini dapat dipertahankan dan ditingkatkan di masa depan.

Penulis: Sholich
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunrws.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *