L
Memuat...
Jakarta

Jejak Pengorbanan Letkol Inf ( Anumerta ) Atang Sutresna: Gugur Sesaat Setelah Kibarkan Merah Putih di Dili

Jejak Pengorbanan Letkol Inf (Anumerta) Atang Sutresna: Gugur Sesaat Setelah Kibarkan Merah Putih di Dili

JAKARTA, tarnabakunews.com – Peringatan 17 Juli selalu menjadi bagian dari catatan sejarah Indonesia. Pada tanggal tersebut, tahun 1976, Timor Timur secara resmi diintegrasikan sebagai provinsi ke-27 Republik Indonesia. Di balik peristiwa bersejarah itu, tersimpan kisah pengorbanan seorang prajurit Komando Pasukan Khusus yang rela mempertaruhkan bahkan menyerahkan nyawanya demi tegaknya Sang Merah Putih.

Sosok itu adalah Letnan Kolonel Infanteri (Anumerta) Atang Sutresna. Ia gugur dalam tugas negara sesaat setelah berhasil memimpin pengibaran Bendera Merah Putih di gedung bekas Kantor Gubernur Timor Portugis di Dili pada 7 Desember 1975, hari pertama pelaksanaan Operasi Seroja.

Saat itu Atang masih berpangkat Mayor dan menjabat sebagai Komandan Detasemen Tempur I Nanggala V Grup 1 Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha), satuan yang kemudian berkembang menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Bersama 19 prajurit pilihan, ia mendapat misi menguasai sejumlah objek vital, di antaranya kantor gubernur, pelabuhan, dan pangkalan udara Dili.

Di tengah derasnya tembakan lawan, Mayor Atang memimpin dua anggotanya, Koptu Sugeng dan Koptu Suhar, menuju atap gedung pemerintahan. Meski peluru sempat menghantam perlengkapan yang dibawa Koptu Sugeng, ketiganya tetap melanjutkan tugas hingga Bendera Merah Putih berhasil dikibarkan dan berkibar di langit Dili.

Usai memastikan misi tersebut berhasil, Mayor Atang kembali bergerak ke garis depan untuk memberikan perlindungan kepada pasukannya yang masih terlibat kontak senjata. Namun ketika berada sekitar 25 meter dari posisi perlindungan, ia terkena tembakan yang mengenai bagian perut dan kepala. Mayor Atang gugur seketika di medan tugas, tidak jauh dari tempat Sang Saka Merah Putih yang baru saja ia kibarkan.

Atas pengorbanannya, negara memberikan penghargaan berupa kenaikan pangkat luar biasa menjadi Letnan Kolonel Anumerta serta menganugerahkan Bintang Sakti Anumerta sebagai bentuk penghormatan atas keberanian dan jasa-jasanya.

Dalam momentum peringatan 17 Juli, kisah Letkol Inf (Anumerta) Atang Sutresna kembali dikenang sebagai salah satu bagian dari sejarah perjuangan prajurit TNI dalam menjalankan tugas negara. Nilai keberanian, loyalitas, dan pengabdian yang ditunjukkannya menjadi warisan semangat bagi generasi penerus TNI maupun masyarakat Indonesia.

Pernyataan Resmi

Kepala Pusat Penerangan TNI, Mayjen TNI Nugraha Gumilar, menyampaikan:

“Kami mengangkat kisah ini tepat pada tanggal 17 Juli, hari ketika 50 tahun lalu wilayah ini resmi menjadi bagian dari Republik Indonesia, sebagai pengingat bahwa Merah Putih berkibar berkat pengorbanan para prajurit terbaik bangsa. Letkol (Anumerta) Atang Sutresna menjadi simbol keberanian dan pengabdian tanpa pamrih kepada negara.”

Sementara itu, Komandan Jenderal Kopassus, Mayjen TNI Amirul Isnaeni, mengatakan:

“Setiap peringatan sejarah adalah momentum untuk mengenang jasa para pendahulu. Pengorbanan Letkol (Anumerta) Atang Sutresna menjadi teladan tentang keberanian, kehormatan, dan kesetiaan seorang prajurit dalam melaksanakan tugas negara.”

Data Singkat

  • Nama: Letkol Infanteri (Anumerta) Atang Sutresna
  • Peristiwa: Gugur pada 7 Desember 1975 setelah memimpin pengibaran Merah Putih di bekas Kantor Gubernur Timor Portugis, Dili.
  • Momentum Peringatan: 17 Juli 1976, Timor Timur diintegrasikan sebagai provinsi ke-27 Republik Indonesia.
  • Penghargaan: Kenaikan pangkat luar biasa menjadi Letkol Anumerta dan penerima Bintang Sakti Anumerta.

Penulis: Mbah Udin
Editor: Dewi Condro
Redaksi: tarnabakunews.com

“Santai, Santun, Supel, Simpel, Sembodo. Tetap dengan sorot mata, berita fakta, bukan rekayasa.”

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan