Tanjungpinang, Kepulauan Riau – tarnabakunews.com

Kondisi jalan uban lama, yang dulunya ramai dan menjadi urat nadi transportasi di Tanjungpinang, kini tampak sepi, seperti pantauan tim tarnabakunews.com pada Jumat (7/11/2025).

Perubahan signifikan ini terjadi setelah pembangunan jalan lintas barat dan timur yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Bintan. Dahulu, Jalan Uban Lama dikenal sebagai jalur utama yang menghubungkan Tanjungpinang dengan Tanjung Uban dan wilayah lainnya di Bintan. Namun, dengan adanya jalan lintas barat, perjalanan ke Tanjung Uban dari Tanjungpinang kini hanya memakan waktu sekitar 45 menit, jauh lebih singkat dibandingkan dengan 2 jam melalui jalan lama.

Sepinya Jalan Uban Lama kini hanya dirasakan oleh masyarakat setempat yang tinggal di sekitar jalan tersebut. Aktivitas ekonomi di sepanjang jalan ini pun mengalami penurunan drastis. Banyak pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli dan penurunan omzet.

Pembangunan jalan lintas barat dan timur merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Pulau Bintan. Jalan lintas barat menghubungkan Tanjungpinang dengan Bintan Utara, sementara jalan lintas timur menghubungkan Tanjungpinang dengan Bintan Timur (Kijang).

Di bundaran yang menjadi titik pertemuan jalan lintas barat dan timur, terdapat simpang empat yang menjadi akses utama ke berbagai wilayah di Bintan. Jalan lintas barat mengarah ke Bintan Utara, sementara jalan lintas timur mengarah ke Bintan Timur (Kijang).

Dengan adanya jalan lintas barat dan timur, diharapkan pergerakan barang dan jasa dapat lebih lancar dan efisien. Hal ini diharapkan dapat menurunkan biaya transportasi dan pada akhirnya menurunkan harga barang-barang kebutuhan masyarakat.

Perubahan rute jalan ini mencerminkan perkembangan ekonomi yang pesat di Bintan dan Tanjungpinang. Pembangunan infrastruktur yang memadai menjadi kunci untuk menarik investasi dan meningkatkan daya saing daerah.

Namun, di balik kemajuan ini, ada dampak yang perlu diperhatikan, yaitu sepinya Jalan Uban Lama dan penurunan aktivitas ekonomi di sepanjang jalan tersebut. Pemerintah daerah perlu mencari solusi untuk mengatasi masalah ini, misalnya dengan mengembangkan potensi wisata di sekitar Jalan Uban Lama atau memberikan pelatihan keterampilan kepada masyarakat setempat agar dapat beradaptasi dengan perubahan ekonomi.

Selain itu, pemerintah daerah juga perlu memastikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya berfokus pada jalan lintas utama, tetapi juga memperhatikan jalan-jalan penghubung di wilayah-wilayah yang lebih kecil. Dengan demikian, seluruh masyarakat dapat merasakan manfaat dari pembangunan ekonomi yang sedang berlangsung.

Secara keseluruhan, pembangunan jalan lintas barat dan timur merupakan langkah positif untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di Bintan dan Tanjungpinang. Namun, perlu ada perhatian khusus terhadap dampak yang ditimbulkan terhadap wilayah-wilayah yang terkena efek langsung dari perubahan rute jalan ini.

Reporter : Sutrisman hs
Editor : Riyadh Hasan Mahrez
Redaksi : tarnabakunews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *