Tanjungpinang – tarnabakunews.com Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) kembali menggelar acara yang penuh makna di Kelurahan Senggarang, Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Pada Sabtu, 25 April 2026, lokasi sekitar Lapangan Kelenteng Senggarang dipadati oleh warga yang antusias menyaksikan serangkaian kegiatan yang digelar.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Nelayan Nasional. Dua jenis lomba utama yang dipertandingkan adalah lomba sampan dayung dan lomba berkarang. Kedua kegiatan ini dipilih karena sangat melekat dengan identitas dan keseharian masyarakat pesisir setempat.

Tujuan utama dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi yang erat antar sesama nelayan di wilayah Kepri. Melalui ajang ini, diharapkan hubungan persaudaraan antar komunitas nelayan dari berbagai daerah dapat semakin terjalin dengan baik.

Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk meningkatkan kerjasama dan membangkitkan kembali semangat gotong royong. Rasa peduli sesama nelayan menjadi nilai penting yang ingin ditanamkan, sehingga tercipta lingkungan yang saling mendukung dan membantu.

Kegiatan ini berjalan lancar berkat dukungan dan kehadiran berbagai instansi terkait. Turut hadir memantau dan mengamankan acara tersebut perwakilan dari Armada, Danlanut, Kapolsek Kota, serta tim Basarnas yang siap siaga menjaga keselamatan seluruh peserta dan penonton.

Acara dimulai tepat pukul 08.00 WIB pagi dan berlangsung hingga malam hari. Puncak kemeriahan acara ditandai dengan sesi pembagian hadiah kepada para pemenang lomba, yang menjadi momen paling ditunggu oleh seluruh peserta yang telah berjuang seharian.

Salah satu daya tarik utama adalah lomba berkarang. Aktivitas ini merupakan tradisi turun-temurun masyarakat Melayu yang dilakukan saat air laut sedang surut jauh. Kegiatan ini biasa dilakukan untuk mencari tambahan lauk pauk guna memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

Lomba ini juga menjadi wadah untuk mengenang kembali tradisi para nelayan tempo dulu dalam mencari nafkah. Dulu, mereka mengarungi kehidupan dengan perlengkapan yang sangat seadanya, seperti menggunakan bubu, bento, dan alat pancing sederhana.

Kisah keras kehidupan nelayan tergambar dari bagaimana mereka bertahan menghadapi berbagai kondisi, baik saat senang maupun susah. Saat air surut, mereka dengan tekun mencari gonggong, kerang, dan berbagai jenis hasil laut lainnya yang menjadi sumber penghidupan.

Untuk semakin memeriahkan suasana, panitia juga menghadirkan hiburan musik dari Band Kogabwilhan. Kehadiran band ini menambah semarak acara sehingga masyarakat yang memenuhi area tersebut semakin antusias dan terhibur hingga acara usai.

Reporter : Amenoven
Editor : Riyadh Hasan Mahrez
Redaksi: tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *