L
Memuat...
Jogjakarta

50 Tahun Berkarya, Ramayana Balet Pura wisata Konsisten Menjaga dan Melestarikan Warisan Budaya Indonesia

50 Tahun Berkarya, Ramayana Ballet Purawisata Konsisten Menjaga dan Melestarikan Warisan Budaya Indonesia

YOGYAKARTA, TarnabakuNews.com — Ramayana Ballet Purawisata, salah satu pertunjukan budaya ikonik di Yogyakarta, terus menunjukkan eksistensinya dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya Indonesia. Selama hampir lima dekade, kelompok seni ini konsisten mempertahankan tradisi pementasan Ramayana dan menjadi bagian penting dari perjalanan seni budaya di Yogyakarta.

Gagasan pembentukan kelompok Ramayana ini berawal dari tiga tokoh yang memiliki perhatian besar terhadap seni dan budaya, yakni Dahanan, Kepala Seksi Kesenian THR Sasana Suka, bersama Marcus Pardiman dan Suyadi. Ketiganya menggagas pembentukan kelompok seni tersebut pada pertengahan dekade 1970-an.

Gagasan itu kemudian diwujudkan dengan menghimpun sejumlah penari muda berbakat. Hingga pada 10 Agustus 1976, organisasi Ramayana THR Sasana Suka resmi berdiri sebagai pertunjukan tambahan dari Wayang Orang.

Tanggal 10 Agustus selanjutnya diperingati sebagai hari jadi organisasi seni dan budaya yang kini dikenal sebagai Ramayana Ballet Purawisata, yang berpusat di Yogyakarta.

Dalam perjalanan panjangnya, Ramayana Ballet Purawisata berhasil mengangkat popularitas pertunjukan Ramayana hingga meraih predikat “The Best in Town”.

Puncak pengakuan atas konsistensi tersebut terjadi pada 8 November 2002, ketika Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) menganugerahkan penghargaan sebagai satu-satunya kelompok Ramayana Ballet yang pada saat itu tercatat telah melakukan pementasan selama 25 tahun berturut-turut setiap malam tanpa henti di Amphitheater Purawisata.

50 Tahun Mengabdi, Menjaga Warisan Budaya

Memasuki tahun ke-50, Ramayana Ballet Purawisata mengangkat tema “50 Tahun Mengabdi, Menjaga Warisan Budaya.”

Sejak awal 2026, berbagai rangkaian kegiatan telah digelar dengan melibatkan masyarakat luas, pelajar, komunitas seni hingga lintas agama. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan seni dan budaya Ramayana kepada generasi muda sekaligus memperkuat kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat dengan perjalanan panjang setengah abad Ramayana Ballet Purawisata.

Rangkaian peringatan kemudian bermuara pada malam puncak perayaan anugerah kebudayaan “Satkara Ratri”, yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 10 Agustus 2026, di pelataran Gazebo Garden Tasneem Hotel Malioboro, Yogyakarta.

Pada malam puncak tersebut juga dijadwalkan penyerahan Piala Bergilir Festival Konservasi Tari Ramayana ke-5 serta Anugerah Kebudayaan Mandira Baruga “Satkara Ratri” kepada sejumlah tokoh dan pihak yang dinilai memiliki dedikasi, kontribusi serta komitmen luar biasa dalam melestarikan, mengembangkan dan memajukan kebudayaan Indonesia.

Doktor dr. Ulla Nachrawaty Usman, M.M. selaku penyelenggara dijadwalkan menyambut para tamu kehormatan. Penghargaan tersebut akan diserahkan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc.

Sementara itu, pembacaan naskah penghargaan dijadwalkan dilakukan oleh Prof. Dr. Heddy Shri Ahimsa-Putra, M.A., M.Phil., didampingi Dahanan selaku Kepala Ramayana Purawisata serta Nasyid Majidi sebagai penasihat acara Anugerah 50 Tahun Mengabdi, Menjaga Warisan Budaya Indonesia.

Sejumlah tokoh juga dijadwalkan hadir dalam momentum tersebut, di antaranya Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X, budayawan Emha Ainun Nadjib, seniman Yogyakarta Didik Nini Thowok, serta seniman Yati Pesek.

Turut dijadwalkan hadir Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja Perfileman Indonesia (FSPPI), Dr. Rizal Djibran, serta Penasehat FSPPI Paramitha Rusady, sebagai tamu istimewa.

Peringatan setengah abad Ramayana Ballet Purawisata bukan sekadar perayaan perjalanan sebuah kelompok seni. Momentum tersebut menjadi refleksi atas pengabdian panjang dalam mempertahankan seni pertunjukan tradisional sekaligus menjadi pengingat pentingnya regenerasi agar warisan budaya Indonesia tetap hidup dan dikenal oleh generasi mendatang.

Dengan perjalanan selama 50 tahun, Ramayana Ballet Purawisata telah menjadi salah satu bagian dari wajah seni budaya Yogyakarta yang terus berupaya menjaga tradisi, merawat nilai-nilai budaya dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat luas maupun wisatawan.

Penulis: DW Landjari
Editor: Dewi Condro
Redaksi TarnabakuNews.com
Santai, Santun, Supel, Simpel, Sembodo — Tetap dengan Sorot Mata Berita, Fakta Bukan Rekayasa.

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan