Lombok Barat – tarnabakunews.com
Di Dusun Puyahan RT 4, Lembar Selatan, Lombok Barat, berdiri sebuah rumah sederhana yang setiap sore berubah menjadi taman belajar Al-Qur’an. Tidak ada papan nama pesantren, tidak ada bangunan megah. Hanya ruang rumah yang dibuka dengan tulus oleh seorang dai kampung bernama Pak Sapoan.

Melalui program Ramadan yang diusung SAMI Sahabat Amal Baik bersama Ksatria Asar Humanity Lombok Barat pada Senin (23/2/2026), Asesmen dilakukan untuk mendukung perjuangan dakwah Pak Sapoan yang selama ini berjalan dalam keterbatasan. Program yang diajukan meliputi Kafalah Dai, Kado Lebaran Dai, Pangan Ramadan, serta Takjil Santri, dengan total calon penerima manfaat satu orang dai dan 30 santri.

Sehari-hari Pak Sapoan bekerja sebagai nelayan. Ia menantang ombak demi menghidupi keluarga. Namun sepulang dari laut, ia tak memilih beristirahat panjang. Dengan tubuh yang kerap terasa nyeri akibat kondisi punggung membungkuk yang dideritanya sejak lama, ia tetap berdiri di hadapan anak-anak kampung, mengajarkan huruf demi huruf Al-Qur’an.

Kondisi fisiknya tidak ringan. Kelainan pada tulang belakang membuat postur tubuhnya tidak tegak dan sering menimbulkan kelelahan. Pekerjaan sebagai nelayan menjadi jauh lebih berat. Namun keterbatasan itu tidak menghentikan langkahnya. Baginya, dakwah bukan pilihan sampingan, melainkan panggilan hati.

Di mata para santri, Pak Sapoan bukan sekadar guru mengaji. Ia adalah teladan tentang kesabaran dan kerja keras. Rumahnya mungkin sederhana, tetapi dari sanalah cahaya Al-Qur’an tetap menyala di kampung kecil itu. Ia mungkin tidak memiliki bangunan TPQ yang besar, tetapi ia memiliki hati yang kokoh menjaga generasi.

Asesmen ini dilakukan agar perjuangan beliau tidak berjalan sendirian. Dukungan melalui Kafalah Dai dan Kado Lebaran Dai diharapkan dapat meringankan beban ekonomi sekaligus menjadi penguat semangatnya untuk terus membersamai anak-anak belajar Al-Qur’an.

Di balik tubuh yang tak lagi tegak, ada keteguhan yang lurus. Di balik langkah yang tak selalu ringan, ada cinta yang besar untuk menjaga Kalamullah tetap hidup. Dan mungkin, setiap ayat yang dilantunkan oleh 30 santrinya hari ini, kelak menjadi penopang kebaikan bagi beliau di hadapan Allah SWT.

Reporter : Riyadh Hasan Mahrez
Editor : Dewi Condro
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *