Beberapa tahun lalu saya teringat komentar Cak Nun bahwa Iran tidak akan mudah diterima sebagai pemimpin dunia Islam, terutama oleh bangsa Arab. Setidaknya ada dua alasan utama, pertama, Iran adalah bangsa Persia dan kedua, Iran menganut mazhab Syiah.

Dalam sejarah panjang Islam, relasi Arab – Persia memang tidak pernah sepenuhnya sederhana. Sejak era Bani Umayyah yang cenderung mengedepankan identitas Arab, hingga masa Bani Abbasiyah ketika peran dan pengaruh Persia semakin menguat, rivalitas kultural dan politik itu terus membekas dalam dinamika peradaban Islam.


Sejak Revolusi Islam 1979, Iran yang sebelumnya dikenal sebagai negara pro-Barat, sekuler, dan memiliki hubungan mesra dengan Israel, berubah menjadi Republik Islam berhaluan Syiah. Konsekuensinya tidak ringan, embargo ekonomi, isolasi internasional, dan tekanan geopolitik selama puluhan tahun. Namun dari tekanan itulah lahir daya tahan. Di tengah sanksi yang panjang, Iran justru membangun kemandirian, baik dalam bidang teknologi, militer, maupun olahraga. Dalam sepak bola, mereka menjadi langganan Piala Dunia. Dalam industri pertahanan, mereka mampu memproduksi persenjataan sendiri dan menjadi kekuatan regional yang diperhitungkan.


Sejarah juga mencatat bahwa bangsa Persia merupakan salah satu peradaban besar yang tangguh dan sulit ditaklukkan. Dalam lintasan waktu, kekaisaran Persia pernah menjadi kekuatan dominan di kawasan Timur Tengah dan berhadapan langsung dengan berbagai imperium besar.


Mungkin Iran berbeda dengan kita dalam praktik ibadah furuiyah, dari cara kita shalat hingga beberapa aspek fikih lainnya. Namun bagi sebagian kalangan, Iran dipandang sebagai simbol harga diri dan kemandirian politik dunia Islam, terutama dalam sikapnya yang menentang zionisme dan hegemoni Amerika Serikat beserta sekutunya. Terlepas dari perbedaan mazhab dan pandangan, diskusi tentang Iran selalu menjadi cermin refleksi, tentang kedaulatan, identitas, dan posisi umat Islam di panggung global.

by Riyadh Hasan Mahrez *

* Penulis adalah Humas Media Tarnabakunews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *