Iran dan AS Gelar Perundingan Damai di Islamabad, Bahas Nuklir dan Sanksi Ekonomi

ISLAMABAD, tarnabakunews.com – Delegasi tingkat tinggi dari Iran dan Amerika Serikat (AS) memulai perundingan damai di Islamabad, Pakistan, pada Sabtu (11/4/2026). Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam upaya meredakan konflik yang berdampak besar terhadap perekonomian global pasca-gencatan senjata dua pekan terakhir.

Delegasi Iran dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf bersama Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi. Sementara itu, pihak Amerika Serikat diwakili Wakil Presiden JD Vance, didampingi utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner.

Pakistan hadir sebagai mediator netral dalam perundingan ini, dengan pengawasan langsung Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Asim Munir.

Fokus Bahasan: Nuklir hingga Sanksi Ekonomi

Perundingan damai ini difokuskan pada sejumlah isu krusial yang selama ini menjadi sumber ketegangan, di antaranya:

Program nuklir Iran

Sanksi ekonomi dari Amerika Serikat

Stabilitas kawasan Timur Tengah

Jaminan keamanan regional

Normalisasi hubungan diplomatik

Kelima poin tersebut menjadi ganjalan utama yang diharapkan dapat menemukan titik temu melalui dialog intensif.

Iran Ajukan Proposal 10 Poin Perdamaian

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa pihaknya datang dengan membawa proposal damai sebagai langkah konkret menuju penyelesaian konflik.

” Kami datang dengan proposal 10 poin damai, tetap waspada terhadap sanksi AS, untuk mencari jalan keluar konflik Timur Tengah,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran melalui media resmi IRIB menegaskan bahwa seluruh proses perundingan diawasi ketat guna melindungi kepentingan nasional Teheran.

AS Tekankan Stabilitas Global

Dari pihak Amerika Serikat, Wakil Presiden JD Vance menilai pertemuan ini sebagai momentum penting bagi stabilitas dunia.

” Pertemuan ini krusial untuk stabilitas global. Kami siap membuka dialog secara terbuka demi terciptanya perdamaian berkelanjutan,” tegasnya.

Harapan Redam Ketegangan Global

Perundingan di Islamabad ini diharapkan mampu meredam ketegangan di kawasan Timur Tengah sekaligus memberikan dampak positif terhadap stabilitas ekonomi global yang selama ini terdampak konflik.

Langkah diplomasi ini juga menjadi sorotan dunia internasional sebagai upaya nyata kedua negara dalam mencari solusi damai melalui jalur dialog.

Reporter: mR.Chud.
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com
Santai, Santun, Simpel, Supel, Sembodo
Tetap dengan Sorot Mata, Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *