🇮🇩 Gugur di Tanah Damai: Kisah Prajurit TNI di Tengah Api Konflik Lebanon
Lebanon Selatan, tarnabakunews.com, 30 Maret 2026 – Di tanah yang jauh dari kampung halaman, di bawah bendera perdamaian dunia, seorang prajurit Indonesia menghembuskan napas terakhirnya.
Ia adalah Praka Farizal Rhomadhon (28), prajurit Tentara Nasional Indonesia yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Minggu (29/3/2026), ia gugur saat menjalankan tugas mulia—menjaga damai di wilayah yang justru dilanda perang.

Dentuman artileri di kawasan Adchit Al Qusayr menjadi saksi bisu. Serangan yang diduga berasal dari militer Israel di tengah baku tembak dengan Hizbullah tak hanya merenggut satu nyawa, tetapi juga melukai tiga prajurit Indonesia lainnya:
Praka Rico Amudia (luka serius)
Praka Bayu Prak (luka ringan)
Praka Arif Kurniawan (luka ringan)
Mereka kini bertahan dalam perawatan, membawa luka dari sebuah tugas yang tak semua orang berani jalani.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyampaikan kecaman keras. Seruan tegas dilontarkan: keselamatan pasukan penjaga perdamaian harus dihormati, tanpa pengecualian.

Dari markas dunia, suara yang sama menggema. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, menyatakan bahwa kekerasan terhadap pasukan perdamaian adalah pelanggaran yang tak bisa ditoleransi.
Namun di balik pernyataan diplomatik dan kecaman internasional, ada duka yang nyata. Ada keluarga yang menunggu kepulangan, yang kini harus menerima kenyataan: pahlawan mereka pulang dalam keheningan.

Indonesia kembali diingatkan, bahwa kontribusi menjaga perdamaian dunia bukan tanpa risiko. Dan dari Lebanon Selatan, satu nama kini tercatat dalam sejarah pengabdian: Praka Farizal Rhomadhon.
Penulis : mR. Chud.
Editor : Chalid.
Redaksi : tarnabakunews.com
Santai • Santun • Simpel • Supel • Sembodo
Tetap dengan Sorot Mata — Berita Fakta, Bukan Rekayasa.
