RUPIAH ANJLOK TEMBUS Rp17.124 per Dolar AS di Tengah Eskalasi Konflik Selat Hormuz dan Ketidakpastian The Fed

JAKARTA, TarnabskuNews.com, 13 April 2026 – Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) kembali mengalami tekanan berat pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (13/4/2026). Di pasar spot, RUPIAH terpantau MELEMAH hingga 0,12% atau sekitar 17 poin, berakhir di posisi Rp17.124 per USD. Angka ini menandai kembali ditembusnya level psikologis Rp17.000 yang sempat bertahan selama dua minggu terakhir.

Pelemahan tajam ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal yang memanas dalam 10 jam terakhir, utamanya berupa meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan sentimen hawkish dari bank sentral AS.

Faktor Pemicu Utama:

  1. Eskalasi Geopolitik: Ancaman blokade pelayaran di Selat Hormuz oleh pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Iran telah memicu kekhawatiran pasar akan terganggunya pasokan energi global. Ketakutan akan perang terbuka di kawasan tersebut mendorong investor beralih ke aset aman (safe haven) seperti Dolar AS, sehingga menekan mata uang negara berkembang termasuk Rupiah.
  2. Kebijakan Moneter AS: Data inflasi AS yang dirilis akhir pekan lalu menunjukkan angka yang lebih tinggi dari perkiraan, memperkuat spekulasi bahwa The Fed (Bank Sentral AS) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya. Hal ini semakin menguatkan indeks Dolar AS (DXY) di pasar global.

Respons Otoritas:
Menanggapi pergerakan volatil ini, sumber dari Bank Indonesia (BI) menyatakan bahwa otoritas moniter telah siaga penuh (“melek pagi sampai malam”) untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“Bank Indonesia terus memantau perkembangan pasar dengan sangat ketat. Kami siap melakukan intervensi di pasar spot maupun DNDF (Domestic Non-Deliverable Forward) untuk memastikan volatilitas tetap terkendali dan mekanisme pasar berjalan wajar. Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat di tengah ketidakpastian global,” demikian pernyataan resmi juru bicara BI yang diterima media pagi ini.

Sementara itu, Menteri Keuangan dalam keterangan terpisah mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap tenang dan tidak terpancing spekulasi berlebihan.

“Pemerintah menjamin ketersediaan devisa untuk kebutuhan impor yang esensial, terutama pangan dan energi. Pelemahan sesaat ini adalah respons pasar global yang sedang panik, bukan cerminan fundamental ekonomi domestik yang memburuk,” tegasnya.

Proyeksi Hari Ini:
Para analis pasar memperkirakan Rupiah akan bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah pada rentang Rp17.040 – Rp17.200 sepanjang hari ini. Investor disarankan untuk mewaspadai berita lanjutan terkait negosiasi diplomatik antara AS dan Iran yang dijadwalkan berlangsung sore waktu setempat.

Sumber:
Data dikutip dari pergerakan pasar spot per pukul 10.00 WIB, 13 April 2026.

Penulis: mR. Chud
Editor: Chalid
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *