Edisi ke Dua: Minggu 19 Apel 2026.

Sriwijaya Menaklukkan Kalingga (752 Masehi): Jejak Sunyi dari Tanah Jawa ke Sumatera

TarnabakuNews.com – Pada sekitar tahun 752 Masehi, angin sejarah Nusantara berubah arah. Dari barat, kekuatan maritim besar bernama Sriwijaya mulai menancapkan pengaruhnya hingga ke tanah Jawa. Sementara di pesisir utara Jawa Tengah, berdiri kerajaan yang dikenal bijaksana dan makmur: Kalingga.

Kalingga bukan kerajaan biasa. Negeri ini dikenal tegas dalam hukum, bahkan dalam cerita rakyat disebutkan bahwa rakyatnya takut mencuri karena hukuman yang adil dan keras. Namun, kejayaan itu perlahan diuji oleh datangnya kekuatan besar dari seberang lautan.

Gelombang dari Sumatera

Sriwijaya, yang berpusat di wilayah Sumatera, telah lama menguasai jalur perdagangan laut. Kapal-kapalnya mengarungi Selat Malaka hingga Laut Jawa. Tidak hanya berdagang, mereka juga membawa misi memperluas pengaruh.

Di bawah kepemimpinan raja-raja kuatnya, Sriwijaya mulai memandang Jawa sebagai wilayah strategis—bukan hanya karena hasil bumi, tetapi juga jalur perdagangan.

Kalingga di Persimpangan

Saat itu, Kalingga mulai mengalami perubahan. Setelah masa kejayaan Ratu legendarisnya, kekuatan internal perlahan melemah. Kepemimpinan tidak lagi sekuat sebelumnya, dan pengaruh luar mulai masuk.

Sriwijaya melihat celah ini.

Dengan strategi diplomasi, perdagangan, dan kemungkinan tekanan militer, pengaruh Sriwijaya masuk ke wilayah Kalingga. Tidak selalu melalui perang besar, namun melalui penguasaan jalur ekonomi dan politik.

Penaklukan Tanpa Riuh

Dalam cerita rakyat yang berkembang, penaklukan Kalingga oleh Sriwijaya tidak digambarkan sebagai perang besar penuh darah, melainkan seperti air yang meresap ke tanah—perlahan tapi pasti.

Para penguasa lokal mulai tunduk. Pelabuhan-pelabuhan strategis beralih kendali. Dan akhirnya, Kalingga menjadi bagian dari pengaruh besar Sriwijaya.

Warisan yang Tersisa

Meski Kalingga “hilang” sebagai kekuatan besar, jejaknya tetap hidup dalam budaya Jawa. Begitu juga Sriwijaya, yang kemudian dikenal sebagai salah satu kerajaan maritim terbesar dalam sejarah Nusantara.

Artefak & Situs Bersejarah

Beberapa peninggalan yang sering dikaitkan dengan Sriwijaya dan masa tersebut antara lain:

Prasasti Kedukan Bukit

Candi Muara Takus

Artefak perhiasan emas dan arca Buddha

Penutup Redaksi

Sejarah Nusantara bukan hanya tentang siapa yang menang atau kalah, tapi tentang bagaimana peradaban saling terhubung. Sriwijaya dan Kalingga adalah dua bagian dari mozaik besar itu.

Cerita ini mungkin tidak sepenuhnya tertulis dalam prasasti, namun hidup dalam ingatan budaya dan cerita rakyat—yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Penulis: Mbah Udin
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *