Proyek Rehabilitasi Irigasi Oelnunu di Kupang Disorot, Warga Berharap Penanganan Cepat Jelang Musim Hujan
KUPANG, TarnabakuNews.com — Proyek rehabilitasi Bendung dan Jaringan Irigasi Oelnunu di Desa Naunu, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini tengah menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak, termasuk tokoh masyarakat dan lembaga pemerhati, menyoroti proses pengerjaan di lapangan yang dinilai perlu mendapat perhatian serius demi kelancaran pasokan air bagi para petani setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber di lapangan, proyek yang dikerjakan melalui pelaksana pihak ketiga ini sempat memicu perbincangan menyusul pembongkaran struktur bendung lama. Warga dan perwakilan masyarakat setempat menyampaikan kekhawatiran terkait progres pekerjaan yang dinilai belum sepenuhnya rampung, sementara musim hujan sudah mulai mendekat.
Kronologi dan Situasi di Lapangan
- Tahap Awal Pengerjaan dan Aspirasi Warga
Proyek renovasi infrastruktur air ini bertujuan untuk meningkatkan fasilitas pengairan bagi lahan pertanian warga di Desa Naunu. Namun, dalam pelaksanaannya, sempat muncul diskusi di tengah masyarakat terkait tahapan administrasi serta koordinasi awal pengerjaan di lapangan. - Kondisi Struktur Irigasi
Warga dan tokoh masyarakat setempat sempat melaporkan adanya pembongkaran pada bangunan bendung yang sebelumnya dimanfaatkan untuk mengalirkan air ke area persawahan. Hal ini memunculkan kekhawatiran di kalangan petani mengenai potensi hambatan suplai air sementara waktu. - Perhatian dari Pihak Berwenang dan Pengawas
Menanggapi dinamika yang berkembang di tengah masyarakat, unsur pengawas serta aparat penegak hukum di Kabupaten Kupang, termasuk pihak kejaksaan, dikabarkan turut memantau perkembangan proyek infrastruktur tersebut. Langkah ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh tahapan proyek berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, transparan, serta tepat sasaran.
Harapan Petani dan Publik
Para petani di Desa Naunu berharap agar pihak pelaksana proyek, instansi teknis terkait—dalam hal ini Balai Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II—serta kontraktor pelaksana dapat segera memberikan kejelasan serta mempercepat penyelesaian pekerjaan fisik di lapangan.
Dengan penanganan yang cepat dan koordinasi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan, kebutuhan air untuk lahan pertanian warga diharapkan dapat segera normal kembali demi mendukung produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Kupang.
*Catatan Redaksi: Hingga berita ini diturunkan, pihak-pihak terkait, termasuk manajemen PT Nindya Karya dan instansi penanggung jawab teknis, masih dalam upaya dimintai konfirmasi resmi lebih lanjut terkait perkembangan proyek tersebut.
Reporter: Benyamin Banoe
Editor: Chalid
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa.
