
Sibolga- tarnabakunews.com
Bencana banjir dan longsor kembali melanda wilayah Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) sejak hujan berintensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut sejak 24 November 2025. Hingga Kamis (27/11/2025) pukul 18.00 WIB, tim gabungan melaporkan puluhan korban jiwa serta puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Sejumlah titik di Kota Sibolga dan Tapteng dilaporkan mengalami banjir, longsor, hingga tertimbun material akibat luapan sungai dan curah hujan ekstrem. Di Kota Sibolga, bencana melanda sejumlah kelurahan antara lain Angin Nauli, Pancuran Gerobak, Hutabarangan, Pancuran Kerambil, dan Pasar Baru. Sementara di Kabupaten Tapteng, titik terdampak tersebar di Kecamatan Pinangsori, Pandan, Tukka, Sitahuis, Tapian Nauli, Lumut, Sarudik, Kolang, dan Barus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Basarnas, BPBD, TNI/Polri, dan unsur terkait lainnya, jumlah korban jiwa terus bertambah hingga Kamis malam.
Di Kota Sibolga, tercatat 30 orang meninggal dunia, dengan 15 di antaranya berhasil teridentifikasi, terdiri dari warga Jl. SM. Raja, Jl. Murai, Rampah, Jl. KH. Dahlan Hutabarat, hingga Pancuran Pinang. Selain itu, 56 warga mengalami luka-luka dan 48 orang masih dinyatakan hilang.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Tengah, jumlah korban meninggal mencapai 34 orang, tersebar di Kecamatan Barus, Tukka, Mardame, dan sejumlah korban yang meninggal saat perawatan di RSUD Pandan. Selain itu, 26 orang mengalami luka-luka dan 32 warga masih hilang.

BMKG sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini pada 26 November 2025 terkait potensi cuaca ekstrem akibat Siklon Tropis Senyar, yang berkembang dari bibit siklon 95B di perairan timur Aceh sejak 21 November 2025. Siklon ini memicu hujan sangat lebat, angin kencang, serta gelombang tinggi di pesisir barat Sumatera Utara.
Kondisi cuaca ekstrem juga menyebabkan pemadaman listrik, lumpuhnya jaringan komunikasi seluler dan internet, serta terganggunya distribusi air bersih sejak 25 November 2025 sekitar pukul 13.00 WIB.
Hingga saat ini, tim BPBD Sibolga, BPBD Tapteng, Basarnas, TNI/Polri, hingga relawan terus melakukan evakuasi dan pencarian korban di lokasi terdampak. Petugas menghimbau masyarakat tetap waspada mengingat cuaca yang masih dinamis dan berpotensi memperburuk kondisi di lapangan.
Pihak pemerintah daerah bersama instansi terkait terus berkoordinasi untuk mendata dampak bencana, kebutuhan mendesak masyarakat, serta memulihkan akses listrik dan komunikasi di wilayah terdampak.
Humas : Riyadh Hasan Mahrez
Editor : Dewi Condro.
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa
