L
Memuat...
Halmahera

Erupsi Gunung Dukono: 3 Orang Meninggal Dunia, Operasi SAR Resmi Ditutup

ERUPSI GUNUNG DUKONO: 3 ORANG MENINGGAL DUNIA, OPERASI SAR RESMI DITUTUP

HALMAHERA UTARA, MALUKU UTARA, tarnabakunews.com, 10 Mei 2026 – Gunung Dukono yang berada di perbatasan Kecamatan Galela dan Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, mengalami erupsi magmatik eksplosif dengan intensitas tinggi pada Jumat, 8 Mei 2026 pukul 07.41 WIT. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu vulkanik setinggi sekitar 10.000 meter ke udara, disertai lontaran material panas serta dentuman keras yang terdengar hingga beberapa wilayah sekitar.

Peristiwa ini menimpa rombongan pendaki yang sedang berada di jalur pendakian Gunung Dukono. Dari total 18 orang yang terjebak di area terdampak, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi dan menyelamatkan 15 orang dalam kondisi selamat.

Namun setelah proses pencarian intensif selama tiga hari, tim SAR menemukan tiga korban dalam kondisi meninggal dunia. Berikut identitas korban:

  1. Evi Susanti (28) – Warga Negara Indonesia asal Tobelo, ditemukan pada 9 Mei 2026 sekitar 50 meter dari bibir kawah.
  2. Heng Wen Qi Tan (30) – Warga Negara Malaysia, ditemukan pada 10 Mei 2026 pukul 15.15 WIT.
  3. Sukman bin Abdul Hamid (27) – Warga Negara Malaysia, ditemukan pada 10 Mei 2026 pukul 16.40 WIT.

Seluruh jenazah telah dievakuasi menuju RSUD Tobelo untuk proses identifikasi lanjutan serta penyerahan kepada pihak keluarga masing-masing.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, menyampaikan bahwa mulai pukul 18.54 WIT, Sabtu 10 Mei 2026, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi ditutup karena seluruh korban telah ditemukan.

“Kami menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Seluruh upaya pencarian telah dilakukan secara maksimal oleh 98 personel gabungan meski menghadapi abu vulkanik tebal dan aktivitas gunung yang masih berfluktuasi. Mulai saat ini operasi SAR kami nyatakan selesai,” ujar Suharyanto.

BNPB bersama PVMBG juga menegaskan bahwa jalur pendakian serta kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman. Saat ini status aktivitas Gunung Dukono berada pada Level II (Waspada).

Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, memastikan pemerintah provinsi akan menanggung seluruh biaya penanganan korban, termasuk pemulangan jenazah dan kebutuhan keluarga terdampak. Bantuan logistik, layanan kesehatan, hingga pembersihan abu vulkanik juga telah disalurkan ke sejumlah desa di sekitar wilayah terdampak.

“Kami mengerahkan seluruh sumber daya yang ada. Masyarakat diminta tetap tenang, menghindari kawasan berbahaya, serta selalu mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujar Sherly.

Hingga saat ini, pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Dukono dilakukan selama 24 jam penuh. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga mulai mendata dampak kerusakan lingkungan dan fasilitas umum untuk proses pemulihan selanjutnya.

Penulis: mR. Chud
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com

Moto Redaksi:
Santai, Santun, Supel, Simpel, Sembodo
Tetap Dengan Sorot Mata — Berita Fakta, Bukan Rekayasa

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan