GEMPA M 7,7 GUNCANG NTT: 5 ORANG Meninggal Dunia, RATUSAN BANGUNAN RUSAK, PERINGATAN TSUNAMI DICABUT
KUPANG, TarnabakuNews.com — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) pagi. Gempa terjadi pukul 04.58.24 WIB atau 05.58.24 WITA, dengan pusat gempa sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
Guncangan kuat dirasakan di sejumlah wilayah Flores, NTT, hingga Nusa Tenggara Barat dan sebagian Sulawesi. Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami sebelum akhirnya dinyatakan berakhir.
Berdasarkan data BMKG, tsunami memang terdeteksi di sejumlah wilayah dengan ketinggian maksimum yang tercatat 0,94 meter di Maurole, Ende.
DATA GEMPA — BMKG
- Magnitudo: 7,7
- Waktu: 04.58.24 WIB / 05.58.24 WITA
- Pusat gempa: 30 km Timur Laut Mbay, Nagekeo, NTT
- Kedalaman: 15 kilometer
- Koordinat: 8,41 LS – 121,39 BT
- Tsunami: Terdeteksi di sejumlah wilayah pesisir
- Gelombang tertinggi: 0,94 meter di Maurole, Ende
BMKG mencatat gelombang tsunami juga terdeteksi di Sikka, Labuan Bajo, Flores Timur, Dompu, Alor, Bulukumba dan sejumlah wilayah lainnya.
Peringatan dini tsunami kemudian dinyatakan berakhir. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang mengalami kerusakan.
KORBAN JIWA DAN KERUSAKAN
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa berdasarkan laporan awal yang diterimanya, lima orang meninggal dunia akibat gempa tersebut.
Dua korban berada di Kabupaten Sikka, sedangkan tiga korban lainnya berada di Kabupaten Manggarai. Para korban diduga meninggal akibat tertimpa material bangunan yang roboh saat gempa terjadi. Data korban masih dalam proses verifikasi dan pendataan lebih lanjut.
Gempa juga menyebabkan kerusakan di sejumlah wilayah Flores. Rumah warga, bangunan fasilitas umum, gudang dan sejumlah sarana lainnya dilaporkan mengalami kerusakan.
Longsor juga terjadi di beberapa titik sehingga menghambat akses menuju wilayah terdampak. Gangguan listrik dan komunikasi dilaporkan terjadi di sejumlah lokasi.
Sekitar 2.000 warga di wilayah Nagekeo dilaporkan melakukan evakuasi akibat gempa tersebut.

PERNYATAAN RESMI
BMKG
BMKG menyampaikan bahwa gempa M7,7 berpotensi tsunami dan kemudian mencatat adanya tsunami di sejumlah wilayah pesisir.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi BMKG dan tidak panik. Warga yang berada di wilayah pesisir juga diminta menjauhi pantai selama peringatan masih berlaku.
Setelah dilakukan pemantauan terhadap kondisi muka air laut, BMKG kemudian menyatakan bahwa potensi tsunami telah berakhir.
Namun masyarakat tetap diminta waspada terhadap gempa susulan dan menghindari bangunan yang rusak.
BNPB
BNPB menyampaikan bahwa dampak gempa dirasakan kuat di sejumlah wilayah NTT dan sekitarnya.
Tim gabungan dari BNPB, BPBD, Basarnas, TNI dan Polri dikerahkan untuk melakukan penanganan darurat, evakuasi, pencarian korban serta pendataan kerusakan.
BNPB juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
GUBERNUR NTT — EMANUEL MELKIADES LAKA LENA
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyampaikan bahwa wilayah Flores bagian utara menjadi salah satu kawasan yang mengalami dampak cukup besar.
Berdasarkan laporan awal yang diterimanya, terdapat lima korban meninggal dunia, yakni dua orang di Sikka dan tiga orang di Manggarai.
Gubernur mengatakan pemerintah daerah akan terus melakukan pendataan terhadap korban dan kerusakan bangunan.
Ia juga dijadwalkan menuju wilayah terdampak untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan memastikan proses penanganan bencana berjalan.
WAKIL PRESIDEN GIBRAN RAKABUMING
Pemerintah memastikan penanganan darurat terhadap masyarakat terdampak terus dilakukan.
Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait akan mempercepat proses evakuasi, pencarian korban, pendataan kerusakan serta penyaluran bantuan kepada masyarakat.
Doa dan perhatian pemerintah disampaikan kepada seluruh keluarga korban serta masyarakat yang terdampak gempa bumi di NTT.

IMBAUAN UNTUK MASYARAKAT
Masyarakat di wilayah terdampak diminta:
- Tetap waspada terhadap gempa susulan.
- Menjauhi bangunan yang retak atau rusak.
- Tidak mendekati pantai apabila belum ada informasi aman dari petugas.
- Mewaspadai longsor, khususnya di jalur pegunungan.
- Mengikuti informasi resmi dari BMKG, BNPB, BPBD, Basarnas, TNI dan Polri.
- Tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.
BMKG mencatat gempa utama M7,7 pada pukul 04.58.24 WIB dengan kedalaman 15 kilometer dan episentrum 30 kilometer timur laut Mbay-Nagekeo.
DATA TERUS DIPERBARUI
Hingga berita ini ditayangkan, proses pencarian, evakuasi dan pendataan masih berlangsung. Karena kondisi di lapangan terus berkembang, jumlah korban dan kerusakan dapat berubah setelah dilakukan verifikasi oleh petugas.
TarnabakuNews.com akan terus memantau perkembangan informasi dari sumber resmi dan memperbarui berita sesuai data terbaru.
Penulis: Benyamin Banoe
Editor: Dewi Condro
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel
Sembodo Tetap Dengan Sorot Mata
Berita Fakta, Bukan Rekayasa
