” Habis Gelap Terbitlah Terang Ibu Kita Kartini” Mengenang 8 Tahun Perjalanan Prestasi Atlet Muda Jombang
Dewi Condrowati Retno Kusumo, Dari Lapangan Kebun Menuju Penghargaan Negara
Jombang, tarnabakunews.com, 21 April 2026 – Kisah inspiratif datang dari atlet muda berbakat, Dewi Condrowati Retno Kusumo, yang delapan tahun silam mencatatkan sejarah membanggakan bagi dunia olahraga bela diri tradisional Indonesia.

Saat masih duduk di bangku kelas 8 MTsN 10 Jombang pada tahun 2019, Dewi menjadi satu-satunya atlet dari Aliansi Kungfu Tradisional Indonesia (AKTI) yang mewakili Perguruan Seni Olahraga Beladiri Taruna Bhakti Kungfu Indonesia – Siauw Lim Sie Jing Kungfu Goong So Dao dalam ajang Wushu tingkat internasional di Bali.
Dengan penuh semangat dan disiplin, Dewi berhasil meraih Juara 1 dan Piala Emas, mengharumkan nama Indonesia di pentas dunia.
Disurvei Negara, Dinilai Secara Menyeluruh
Prestasi besar ini tidak datang begitu saja. Sebelum undangan resmi diberikan, dua Deputi, utusan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia turun langsung ke rumah Dewi selama tiga hari penuh.
Mereka melakukan penilaian menyeluruh, mulai dari:
Pola makan sehari-hari
Jadwal belajar
Aktivitas sekolah
Program latihan
Hingga lokasi tempat latihan

Yang paling mengejutkan, tim Deputi dari kementerian sempat beranggapan bahwa Dewi berlatih di fasilitas modern dan mewah. Namun kenyataannya justru sebaliknya—Dewi berlatih di lapangan kebun sederhana, beralaskan tanah, di bawah rimbunan pohon bambu.
Di sanalah lahir prestasi dunia.
Kunjungan Menteri ke Sekolah Dewi
Setelah seluruh proses penilaian dinyatakan layak, barulah Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu, Imam Nahrawi hadir langsung ke sekolah Dewi, MTsN 10 Jombang.
Kunjungan tersebut menjadi momen bersejarah, di mana Dewi secara langsung mendapatkan undangan resmi untuk hadir ke kantor kementerian di Jakarta.
Didampingi Resmi Saat ke Kementerian
Dalam memenuhi undangan tersebut, Dewi tidak sendiri. Ia didampingi oleh:
Kepala MTsN 10 Jombang, Bapak Ahmadi
Guru olahraga dan staf TU sekolah
Orang tua Dewi
Serta perwakilan dari AKTI, didampingi oleh Sekjen DPP AKTI, Jafar Sidik
Pendampingan ini menjadi bukti bahwa prestasi Dewi adalah hasil dari sinergi keluarga, sekolah, dan organisasi.
Penghargaan dan Tawaran Besar
Di Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dewi menerima:
Piagam penghargaan resmi
Reward dari Menteri
Pengakuan sebagai atlet berprestasi tingkat internasional
Namun ada satu keputusan yang mengejutkan. Saat ditawari kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dan pembinaan di ibu kota Jakarta, Dewi yang saat itu masih belia memilih menolak secara halus.

Ia memilih tetap belajar di Jombang, dekat dengan keluarga dan lingkungannya.
Kesederhanaan yang Melahirkan Juara
Kisah Dewi menjadi bukti nyata bahwa:
” Prestasi besar tidak selalu lahir dari fasilitas mewah, tetapi dari ketekunan, disiplin, dan hati yang tulus.
Dari lapangan kebun sederhana di Jombang, lahir seorang juara dunia yang menginspirasi.
Penutup
Ucapan terimakasih dari Perguruan PSOB TARUNA BHAKTI KUNGFU INDONESIA dimasa Pandemi pemerintah lewat kemenpora memberikan bantuan kesehatan 100 box dari mulai Masker, Vitamin, dan Pencuci Tangan dll, dikirim langsung dg Mobil Cargo.
Delapan tahun telah berlalu, namun jejak perjuangan Dewi tetap hidup sebagai inspirasi generasi muda Indonesia—bahwa dari desa, dari kesederhanaan, bisa menembus dunia.
Penulis: mR.Chud
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa
Share the post "“Habis Gelap Terbitlah Terang Ibu Kita Kartini” Mengenang 8 Tahun Perjalanan Prestasi Atlet Muda Jombang"
