Inovasi Fase 3 Dorong Pendidikan Perubahan Iklim dan Literasi AI di Surabaya

SURABAYA, tarnabakunews.com, 24 Mei 2026 — Program Inovasi Fase 3 kembali menggelar lokakarya dan Focus Group Discussion (FGD) pendidikan perubahan iklim di Surabaya dengan melibatkan para pendidik, akademisi, pegiat lingkungan, serta praktisi pendidikan dari berbagai daerah.

Kegiatan yang berlangsung dalam suasana interaktif tersebut membahas penguatan kebijakan pendidikan perubahan iklim yang inklusif, sekaligus mendorong kesiapan dunia pendidikan menghadapi perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).

Dalam sesi pemaparan materi, peserta mendapatkan pembahasan mengenai tujuan Program PPI yang diarahkan untuk meningkatkan kebijakan dan praktik mitigasi serta ketangguhan perubahan iklim di tingkat kabupaten dan kota. Diskusi juga berkembang pada strategi penerapan pembelajaran berbasis lingkungan di sekolah.

Selain isu lingkungan, forum tersebut juga menyoroti perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan. Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah pengenalan “AI 101 Factsheet” yang membahas literasi dasar kecerdasan buatan untuk mendukung transformasi pembelajaran modern.

Peserta tampak aktif berdiskusi dalam kelompok-kelompok kecil untuk menyusun berbagai rekomendasi implementasi pendidikan perubahan iklim di sekolah dan komunitas masyarakat. Suasana kolaboratif terlihat dari keterlibatan peserta lintas profesi yang saling bertukar pengalaman dan gagasan.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas dalam membangun generasi yang lebih sadar lingkungan sekaligus adaptif terhadap perkembangan teknologi global.

Para peserta berharap hasil lokakarya dan FGD tidak berhenti pada tataran diskusi, namun dapat diterapkan menjadi kebijakan nyata dan model pembelajaran yang relevan dengan tantangan masa depan.

Penulis: N Parhiani
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *