Insiden Ledakan Kapal Tugboat Musaffah 2 di Selat Hormuz.

Jakarta, tarnabakunews.com, 8 Maret 2026 – Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) dilaporkan hilang setelah kapal tugboat Musaffah 2 berbendera Uni Emirat Arab (UEA) mengalami ledakan dan tenggelam di Selat Hormuz pada 6 Maret 2026 dini hari.

” Kronologi Kejadian
Kapal tunda tersebut meledak sekitar pukul 02.00 waktu setempat di perairan antara UEA dan Oman, diduga akibat serangan rudal di tengah konflik Iran-AS-Israel.
Total awak kapal 7 orang (4 WNI, 2 India, 1 Filipina). Dari jumlah itu, 4 selamat termasuk 1 WNI dengan luka bakar parah yang dirawat di RS Khasab, Oman. Tiga WNI lainnya masih dalam pencarian intensif.

Nama WNI Terlibat (Update per 8 Maret 2026):
Selamat dan dirawat:** Ahmad Fauzi (35 tahun, asal Surabaya, luka bakar 40% tubuh).
Hilang (nama lengkap belum dirilis resmi oleh Kemlu/KBRI untuk privasi keluarga):

  1. [Belum dirilis] – Kapten kapal, berusia ~42 tahun.
  2. [Belum dirilis] – Nakhoda, berusia ~38 tahun.
  3. [Belum dirilis] ABK, berusia ~29 tahun.
    KBRI Abu Dhabi sedang mengumpulkan data untuk keluarga.

Pernyataan Resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI

Plt. Dirjen Perlindungan WNI, Heni Hamidah:

Insiden di Selat Hormuz pada 6 Maret: Kapal Musaffah 2 berawak 7 orang (4 WNI). 1 WNI selamat dirawat di RS Khasab, Oman. 3 WNI hilang—pencarian terus dilakukan. Kemlu minta penyelidikan komprehensif.

Pernyataan Resmi Duta Besar RI untuk UEA
Duta Besar Judha Nugraha:
Empat awak selamat (1 WNI: Ahmad Fauzi). Tiga WNI hilang. Koordinasi dengan Safeen Prestige, UEA, dan Oman untuk SAR 24 jam. KBRI memantau ketat.

Himbauan dan Update Terkini
Kemlu: WNI di Timur Tengah waspada, ikuti protokol keselamatan.
Update 7 Maret malam: Pencarian berlanjut tanpa temuan baru. Keluarga didampingi konsuler.

Penulis : mR. Chud.
Editor : Dewi Condro.
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *