Kapal Pesiar Mewah Terjebak di Lepas Pantai Afrika Barat, Diduga Terpapar Wabah Hantavirus

Afrika Barat, tarnabakunews.com, 5 Mei 2026 –
Sebuah kapal pesiar mewah, MV Hondius, yang dioperasikan oleh perusahaan Belanda Oceanwide Expeditions, dilaporkan terjebak di perairan lepas pantai Cape Verde (Tanjung Verde), Samudra Atlantik, setelah muncul dugaan wabah Hantavirus di atas kapal.

Kapal tersebut mengangkut sekitar 150 wisatawan dan 70 awak kapal, dan saat ini dalam kondisi tidak berlayar (diam) sambil menjalani pengawasan ketat dari otoritas kesehatan.


Korban dan Kondisi Terkini

Berdasarkan laporan resmi dari World Health Organization, tercatat:

3 orang meninggal dunia

3 orang lainnya terindikasi sakit

1 pasien dalam kondisi kritis dan dirawat di unit ICU di South Africa

Sementara itu, satu jenazah korban dilaporkan masih berada di atas kapal karena pembatasan ketat terhadap proses evakuasi.


Status Karantina Ketat

Otoritas kesehatan setempat bersama WHO telah melakukan inspeksi langsung ke kapal. Hingga saat ini:

Tidak ada penumpang atau awak yang diizinkan turun

Kapal berada dalam status pengawasan medis penuh

Langkah ini diambil guna mencegah potensi penyebaran penyakit pernapasan akut


Pernyataan Resmi

World Health Organization (WHO):

“WHO sedang melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh bersama otoritas nasional dan operator kapal. Dari enam individu terdampak, tiga telah meninggal dunia, dan satu dalam perawatan intensif. Kami mendukung penanganan medis serta investigasi lanjutan untuk melindungi keselamatan semua pihak di atas kapal.”


Kementerian Kesehatan Afrika Selatan:

“Kami mengonfirmasi dua kematian terkait infeksi pernapasan akut di kapal MV Hondius. Salah satu pasien yang dirawat di Johannesburg telah dinyatakan positif hantavirus. Kami terus berkoordinasi dengan WHO dan otoritas Cape Verde untuk penanganan lebih lanjut.”


Pihak Operator Kapal (Oceanwide Expeditions):

“Kapal saat ini berada di lepas pantai Cape Verde dalam kondisi tidak berlayar. Otoritas kesehatan telah melakukan penilaian terhadap kru yang menunjukkan gejala. Prioritas kami adalah keselamatan seluruh penumpang dan awak, serta memastikan penanganan medis berjalan optimal.”


Catatan Redaksi

Kasus ini menjadi perhatian internasional karena hantavirus tergolong penyakit langka namun berbahaya, dengan potensi penularan melalui paparan hewan pengerat atau lingkungan terkontaminasi.

Hingga saat ini, penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan sumber paparan serta tingkat risiko penyebaran di dalam kapal.


Reporter: mR. Chud
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com

Moto Redaksi:
Santai • Santun • Simpel • Supel • Sembodo
Tetap Dengan Sorot Mata, Berita Fakta, Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *