KKB MIMIKA: SATU SANDERA DILAPORKAN SANGAT LEMAH SETELAH 20 HARI DI HUTAN
TIMIKA, TarnabakuNews.com, Senin, 14 September 2026 — Kondisi seorang warga sipil yang dilaporkan menjadi korban penyanderaan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Mimika, Papua Tengah, mendapat perhatian serius. Korban disebut telah berada di dalam hutan selama lebih dari 20 hari dan dilaporkan mengalami kondisi fisik yang sangat lemah akibat minimnya asupan makanan dan minuman.
Informasi mengenai kondisi korban tersebut disampaikan berdasarkan keterangan yang diterima aparat keamanan. Hingga kini, upaya untuk memastikan keselamatan dan membebaskan para sandera masih terus dilakukan oleh tim gabungan TNI-Polri.
KETERANGAN APARAT
Kepala Bidang Humas Polda Papua Tengah, Kompol I Nyoman Astawa, menyampaikan bahwa salah satu sandera yang diduga ditahan kelompok pimpinan Egianus Kogoya dilaporkan dalam kondisi sangat memprihatinkan.
Menurut informasi yang diterima tim, korban mengalami kelemahan fisik yang cukup berat dan membutuhkan penanganan medis sesegera mungkin apabila berhasil dievakuasi.
«“Kami mendapat laporan bahwa salah satu sandera kini sangat lemah. Ia tidak mendapat makanan maupun minuman secara memadai selama ditahan. Kondisinya sangat mengkhawatirkan dan memerlukan penanganan medis segera,” ujar Kompol Nyoman.»
Sementara itu, Juru Bicara Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf. Teguh Widodo, mengatakan bahwa upaya pendekatan dan negosiasi terus dilakukan untuk mendorong pembebasan para sandera.
Tim medis juga disiapkan untuk memberikan pertolongan apabila para korban berhasil ditemukan dan dievakuasi.
«“Tim gabungan TNI-Polri terus berupaya melakukan pendekatan dan negosiasi agar para sandera dapat segera dibebaskan. Kami juga telah menyiapkan tim medis siaga untuk segera menangani korban begitu berhasil dibebaskan,” ujarnya.»
BNPT DESAK SANDERA SEGERA DIBEBASKAN
Berdasarkan keterangan yang diterima redaksi, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Mayjen TNI Ahmad Nurwakhid, turut menyampaikan keprihatinan atas dugaan perlakuan terhadap warga sipil yang disandera.
Ia menyerukan agar seluruh sandera segera dibebaskan dan keselamatan warga sipil menjadi prioritas.
«“Kami sangat prihatin atas perlakuan terhadap warga sipil yang disandera. Kami mendesak agar seluruh sandera segera dibebaskan tanpa syarat,” kata Ahmad Nurwakhid.»
KELUARGA MEMOHON AGAR KORBAN SEGERA DIKEMBALIKAN
Keluarga korban juga menyampaikan permohonan agar pihak yang menyandera segera mengembalikan anggota keluarga mereka dalam keadaan selamat.
«“Kami mohon kepada pihak yang menyandera agar segera mengembalikan anggota keluarga kami. Ia sudah 20 hari tidak ada kabar. Kasihanilah dia dan kasihanilah kami yang menunggu di rumah,” ungkap keluarga korban.»
UPAYA PENYELAMATAN TERUS DILAKUKAN
Peristiwa penyanderaan terhadap warga sipil di wilayah Papua Tengah kembali menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan dan kemanusiaan. Aparat keamanan terus melakukan langkah pencarian, pendekatan, serta upaya pembebasan dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan para korban.
Hingga berita ini diterbitkan, kondisi pasti korban dan keberadaan seluruh sandera masih menunggu perkembangan informasi dari pihak berwenang.
Masyarakat diimbau tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan informasi terkait keberadaan korban maupun kelompok bersenjata kepada aparat berwenang.
Penulis: mR.Chud
Editor: Chalid
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo
Tetap Dengan Sorot Mata Berita
Fakta Bukan Rekayasa.
