Negara Hadir di Perbatasan, Imigrasi Kupang Gelar “Imigrasi Mengajar” di SD Negeri Oepoli Sambut Hari Anak Nasional 2026
KUPANG, tarnabakunews.com — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang menggelar program “Imigrasi Mengajar” di SD Negeri Oepoli, Desa Netemnanu Utara, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, Kamis (23 Juli 2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran negara di wilayah perbatasan terluar Indonesia melalui edukasi, kepedulian sosial, dan penguatan semangat belajar bagi anak-anak di pelosok negeri.
Rombongan yang terdiri atas jajaran ASN Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang bersama perwakilan Direktorat Jenderal Imigrasi menempuh perjalanan darat selama kurang lebih delapan jam dari Kota Kupang menuju Oepoli. Perjalanan panjang melintasi medan yang menantang serta wilayah perbatasan dengan berbagai keterbatasan tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen untuk menjangkau dan menyapa langsung anak-anak Indonesia yang berada di garis terdepan wilayah negara.
Melalui pendekatan yang hangat, penuh empati, dan humanis, kegiatan ini bertujuan menumbuhkan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara sekaligus mempererat hubungan emosional antara masyarakat perbatasan dengan aparatur pemerintah.
Edukasi Keimigrasian yang Interaktif dan Menyenangkan
Setibanya di SD Negeri Oepoli, para petugas Imigrasi memberikan sosialisasi mengenai keimigrasian yang dikemas secara interaktif dan mudah dipahami oleh para siswa. Suasana belajar berlangsung penuh keceriaan melalui berbagai permainan edukatif, sesi tanya jawab, serta interaksi yang membangun semangat dan rasa percaya diri anak-anak.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan, tim Imigrasi Kupang juga menyerahkan bantuan berupa tas sekolah, buku tulis, alat tulis, serta kotak makan kepada para siswa. Kehadiran para petugas negara disambut antusias oleh anak-anak yang tampak ceria bernyanyi, bermain, dan berinteraksi bersama.
Guru Apresiasi Kepedulian Imigrasi
Guru Kelas V SD Negeri Oepoli, Marciana Martinsmanus, S.Pd., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, mengabdi di wilayah perbatasan memiliki tantangan tersendiri, mulai dari akses jalan yang sulit hingga keterbatasan fasilitas penunjang bagi tenaga pendidik.
Ia berharap program seperti Imigrasi Mengajar dapat terus berlanjut sehingga mampu menumbuhkan motivasi belajar, memperluas wawasan, serta membangkitkan semangat anak-anak untuk terus meraih cita-cita.
Senada dengan itu, perwakilan ASN Imigrasi Kupang, Merlin, berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, khususnya di wilayah terpencil dan kawasan perbatasan. Menurutnya, setiap anak Indonesia, di mana pun berada, berhak memperoleh perhatian, motivasi, dan merasakan kehadiran negara secara nyata.
Wujud Nyata Negara Merawat Generasi Penerus
Program “Imigrasi Mengajar” di Oepoli membuktikan bahwa peran Imigrasi tidak hanya terbatas pada pelayanan publik, pengawasan, dan penegakan hukum keimigrasian. Lebih dari itu, Imigrasi juga hadir sebagai bagian dari upaya membangun karakter, menumbuhkan semangat belajar, serta merawat masa depan generasi penerus bangsa.
Dari beranda terluar Indonesia di Oepoli, terjalin kedekatan yang hangat antara aparat negara dan masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi simbol bahwa negara tidak pernah melupakan anak-anak di wilayah perbatasan, serta terus berkomitmen menghadirkan pelayanan, perhatian, dan harapan bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Reporter: Benyamin Banoe
Editor: Dewi Condro
Redaksi: tarnabakunews.com
“Santai, Santun, Simpel, Supel, Sembodo. Tetap dengan sorot mata, Berita Fakta Bukan Rekayasa.”
