L
Memuat...
Bintan

Pencarian Korban Hilang di Perairan Desa Berakit Di jeda Sesuai SOP, Tim Siap Lanjutkan Jika Ada Informasi Baru

Pencarian Korban Hilang di Perairan Desa Berakit Dijeda Sesuai SOP, Tim Siap Lanjutkan Jika Ada Informasi Baru

Bintan, tarnabakunews.com, Kepulauan Riau , 11 Januari 2026

Pencarian terhadap Top, warga Kampung Panglong, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebung, Kabupaten Bintan, yang dilaporkan hilang saat mencari ketam di laut, resmi dijeda sementara pada Sabtu (11/1/2026) pukul 19.10 WIB. Penghentian sementara ini dilakukan setelah operasi pencarian berlangsung selama tujuh hari, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Korban terakhir kali terlihat pada Senin, 5 Januari 2026, sekitar pukul 14.00 WIB, saat berangkat melaut seorang diri untuk mencari ketam. Hingga malam hari, korban tidak kembali, sehingga pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat dan instansi terkait pada 6 Januari 2026.

Top dikenal sebagai warga tetap Kampung Panglong yang sehari-hari bekerja sebagai pencari ketam, sebuah mata pencaharian yang umum dilakukan masyarakat pesisir Desa Berakit untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Menindaklanjuti laporan kehilangan, tim gabungan segera dibentuk dan dikoordinasikan oleh Basarnas Tanjungpinang. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain BPBD Provinsi Kepulauan Riau, BPBD Kabupaten Bintan, Polairud Kabupaten Bintan, Tagana Kabupaten Bintan, KPLP Tanjung Uban, serta TNI AL Kabupaten Bintan.

Selama tujuh hari operasi, tim melakukan penyisiran intensif di wilayah perairan sekitar Desa Berakit menggunakan perahu nelayan dan armada pendukung. Penyisiran juga dilakukan di sepanjang pesisir pantai dan titik-titik yang diduga menjadi lokasi terakhir korban beraktivitas.

Selain itu, tim juga mengerahkan drone udara untuk memantau area yang sulit dijangkau dari permukaan laut, sebagai upaya memperluas jangkauan pencarian dan meningkatkan peluang menemukan korban.

Koordinator dari Basarnas Tanjungpinang menyampaikan bahwa penghentian sementara ini murni mengikuti ketentuan SOP.

“Sementara waktu pencarian korban kita hentikan sesuai dengan SOP tujuh hari. Namun tidak menutup kemungkinan pencarian akan kembali dilanjutkan apabila ada titik terang atau informasi baru dari masyarakat,” ujar perwakilan Basarnas.

Pihak Basarnas juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur tim gabungan yang telah bekerja maksimal selama sepekan penuh, meskipun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.

Sementara itu, keluarga korban telah menerima penjelasan resmi terkait penghentian sementara pencarian dan masih berharap adanya kabar baik mengenai keberadaan Top. Masyarakat Desa Berakit dan sekitarnya juga diimbau untuk segera melapor apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan korban.

Reporter: Sutrisman HS
Editor: Hiday.
Redaksi: tarnabakunews.com.
Santai – Santun – Supel – Simpel – Sembodo
Tetap dengan Sorot Mata, Berita Fakta, Bukan Rekayasa.

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan