L
Memuat...
Jakarta

Program MBG Temukan Bakteri & Zat Kimia Pada Sampel Makanan Kasus Madiun; Di Magetan Porsi Telur Ditambah Jadi 3 Kali Seminggu Dukung Peternak Lokal

Program MBG: Temukan Bakteri & Zat Kimia pada Sampel Makanan Kasus Madiun; Di Magetan Porsi Telur Ditambah Jadi 3 Kali Seminggu Dukung Peternak Lokal

JAKARTA / MADIUN / MAGETAN, tarnabakunews.com, 9 Mei 2026 – Badan Gizi Nasional (BGN) merilis hasil uji laboratorium terbaru terkait kasus keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa Sekolah Dasar di wilayah Madiun, Jawa Timur. Dari pemeriksaan ulang sampel makanan sisa dan bahan baku yang diambil di lokasi kejadian, tim laboratorium BGN berhasil menemukan kembali keberadaan bakteri patogen dan sisa zat kimia pengawet yang melebihi ambang batas aman, menjadi penyebab utama timbulnya gejala mual, muntah, dan gangguan pencernaan yang dialami para siswa beberapa waktu lalu.

Hasil konfirmasi ini diperoleh setelah tim teknis melakukan pemeriksaan mendalam ulang terhadap seluruh rantai pasok, pengolahan, hingga penyajian makanan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait. BGN menegaskan bahwa temuan ini menjadi bukti adanya pelanggaran standar keamanan pangan yang berlaku, sehingga segera diterapkan sanksi tegas dan perbaikan sistem pengawasan menyeluruh agar kejadian serupa tidak terulang kembali di daerah lain.

Di sisi lain, langkah perbaikan dan penyesuaian program juga dilakukan guna memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat. Khusus di Kabupaten Magetan, Jawa Timur, BGN resmi mengubah aturan penyajian menu: bahan makanan berbahan dasar telur kini akan disajikan sebanyak 3 kali dalam seminggu, naik dari sebelumnya hanya 2 kali sepekan. Kebijakan ini diambil guna menyerap lebih banyak hasil produksi peternak ayam petelur setempat, membantu menstabilkan harga jual telur yang sempat mengalami penurunan drastis, sekaligus menjamin asupan protein hewani bagi para siswa tetap terpenuhi secara maksimal.

Penambahan frekuensi menu telur ini telah disosialisasikan ke seluruh SPPG dan dinas terkait, dengan jaminan seluruh pasokan telur yang digunakan berasal dari peternak lokal bersertifikasi, terjamin kualitas dan keamanannya. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan terus, namun dengan pengawasan yang jauh lebih ketat, standar mutu yang dipertinggi, serta keterlibatan pelaku usaha lokal yang makin diperluas.

📢 PERNYATAAN RESMI KEPALA BADAN GIZI NASIONAL

(Disampaikan oleh Kepala BGN, Dedi Hartanto, Sabtu 9 Mei 2026)

“Kami konfirmasi hasil uji ulang di kasus keracunan Madiun: benar ditemukan bakteri berbahaya dan zat kimia pengawet berlebih, ini pelanggaran berat terhadap standar kita. Kami telah menjatuhkan sanksi tegas, menghentikan sementara operasi penyedia yang bersangkutan, dan memperketat seluruh jalur pengawasan dari hulu ke hilir. Keamanan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas mutlak, tidak ada kompromi sedikit pun.

Sementara itu, di Magetan kita tambah porsi telur jadi 3 kali seminggu. Langkah ini ganda manfaatnya: anak-anak dapat gizi lebih lengkap, dan peternak lokal kita terbantu serapan hasil produksinya agar ekonomi mereka makin kuat. Seluruh telur yang kita pakai 100% dari peternak setempat, terjamin mutu dan keamanannya. Program MBG terus berjalan lebih baik, lebih aman, dan makin berpihak pada rakyat.”

Penulis: Sholich
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan