Ratusan Siswa SMAN 1 Pamanukan Protes, Guru Diamankan Polisi Terkait Dugaan Pencabulan
SUBANG, TarnabakuNews.com — Suasana di SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sempat memanas pada Senin pagi (7/9/2026), setelah ratusan siswa menggelar aksi protes usai pelaksanaan upacara bendera.
Aksi tersebut diduga berkaitan dengan adanya laporan mengenai dugaan tindakan pencabulan yang dilakukan oleh seorang guru terhadap sejumlah siswi. Guru yang dimaksud berinisial AT, yang diketahui menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) bidang Kesiswaan sekaligus mengajar mata pelajaran Matematika.
Siswa Kejar Guru
Informasi yang dihimpun menyebutkan, aksi bermula ketika sejumlah siswa meminta klarifikasi secara langsung kepada AT di lingkungan sekolah.
Situasi kemudian memanas ketika AT berupaya meninggalkan lokasi dan menuju gerbang sekolah. Sejumlah siswa kemudian mengejarnya hingga terjadi kericuhan di area sekolah.
Petugas Polsek Pamanukan yang tiba di lokasi segera mengamankan AT dari kerumunan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri serta menjaga situasi tetap terkendali.
AT kemudian dibawa ke Mapolsek Pamanukan untuk penanganan awal. Selanjutnya, perkara tersebut dilimpahkan kepada Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Subang guna dilakukan pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut.
Polisi: Kasus Ditangani Unit PPA
Kapolsek Pamanukan AKP Udin Awaludin membenarkan adanya aksi siswa dan pengamanan terhadap seorang guru.
Menurutnya, aksi tersebut diduga dipicu adanya persoalan terkait dugaan tindakan tidak pantas terhadap siswa.

«“Benar, tadi setelah upacara bendera para pelajar SMAN 1 Pamanukan menggelar aksi unjuk rasa yang diduga dipicu adanya dugaan tindakan tidak pantas yang dilakukan oleh salah seorang guru. Karena kasusnya dugaan pencabulan, kita serahkan ke Unit PPA untuk penanganan lebih lanjut.”»
Pihak Sekolah Koordinasi dengan Kepolisian
Kepala SMAN 1 Pamanukan, Edi Kanedi, membenarkan adanya persoalan yang tengah ditangani tersebut.
Pihak sekolah, kata dia, telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian guna memastikan persoalan dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.
«“Kami membenarkan adanya persoalan tersebut. Pihak sekolah telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk menangani kejadian ini sebaik-baiknya.”»
DPRD Jabar Minta Diusut Transparan
Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Zaini Shofari, turut memberikan perhatian terhadap dugaan kasus tersebut.
Ia meminta agar dugaan pencabulan tersebut didalami secara menyeluruh dan transparan. Menurutnya, apabila dugaan tersebut nantinya terbukti berdasarkan proses hukum, maka harus ada tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
«“Jika benar-benar terjadi kasus pencabulan di SMAN 1 Pamanukan, saya prihatin. Tentu harus ada pendalaman kasus yang dilakukan, diinvestigasi lebih jauh secara transparan dan menyeluruh. Jika terbukti, sanksi tegas harus diberikan.”»
Penanganan Masih Berproses
Hingga saat ini, dugaan tindak pidana tersebut masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman oleh Unit PPA Satreskrim Polres Subang.
TarnabakuNews.com menegaskan bahwa penyebutan AT sebagai terduga semata-mata berdasarkan informasi awal mengenai perkara yang sedang ditangani aparat penegak hukum. Status hukum dan benar atau tidaknya dugaan tersebut tetap menunggu hasil pemeriksaan serta proses hukum lebih lanjut.
Untuk menjaga hak dan perlindungan anak, identitas serta informasi yang dapat mengarah pada identitas para siswi yang disebut sebagai korban tidak dipublikasikan.
Data Peristiwa
- Lokasi: SMAN 1 Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat
- Waktu: Senin, 7 September 2026
- Terduga: AT, Wakasek Kesiswaan sekaligus Guru Matematika
- Perkara: Dugaan pencabulan terhadap sejumlah siswi
- Penanganan: Unit PPA Satreskrim Polres Subang
- Langkah kepolisian: Mengamankan terduga dari kerumunan untuk mencegah tindakan main hakim sendiri
- Sikap DPRD Jabar: Meminta dugaan perkara diusut secara transparan dan menyeluruh
Lokasi:
SMAN 1 Pamanukan, Jl. Eyang Tirtapraja No. 84, Desa Pamanukan, Kecamatan Pamanukan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
Penulis: Sholich
Editor: Chalid
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai, Santun, Supel, Simpel, Sembodo — Tetap Dengan Sorot Mata Berita, Fakta Bukan Rekayasa.
