
Tanjungpinang– tarnabakunews.com
Dalam rangka memperingati Hari Nelayan Nasional, Himpunan Masyarakat Nelayan Indonesia (HMNI) menggelar seminar besar di Tanjungpinang Harmoni Batu 6, Rabu (22/04/2026). Acara ini mengusung tema strategis, “Sinergi Kebijakan Pemerintah untuk Kesejahteraan Nelayan Kepulauan Riau: Antara Wacana dan Realisasi.”
Seminar ini dihadiri sekitar 500 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari nelayan, perwakilan organisasi kemasyarakatan, hingga mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap sektor kelautan. Tingginya partisipasi menunjukkan antusiasme sekaligus keprihatinan bersama terhadap kondisi para pencari nafkah di laut.

Hadir sebagai narasumber kunci, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Said Sudrajad. Turut hadir pula Mahrus, S.Si., M.Si., yang menjabat sebagai Direktur Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan. Diskusi berlangsung dinamis dengan dipandu moderator Dedi Zuraidi, S.Sos., M.A.
Dalam pemaparannya, Sekretaris KIKP UMRAH, Abdillah, S.Pi., M.Si., mengungkap berbagai persoalan mendasar yang dihadapi nelayan. Salah satu yang paling disoroti adalah kondisi cuaca yang tidak menentu dan kerap berubah menjadi buruk secara tiba-tiba.

Ketika cuaca memburuk, aktivitas melaut terpaksa dihentikan. Situasi ini berdampak langsung pada penghasilan nelayan yang sangat bergantung pada hasil tangkapan harian. Saat tidak melaut, praktis tidak ada pemasukan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius mengenai langkah konkret pemerintah. Diperlukan solusi nyata agar nelayan tetap dapat memenuhi kebutuhan hidup ketika tidak bisa melaut akibat cuaca ekstrem, seperti badai dan gelombang tinggi.

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kehidupan nelayan di Kepulauan Riau masih tergolong sulit. Ironisnya, wilayah yang sekitar 90 persen terdiri dari lautan ini belum sepenuhnya mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat pesisir.
Melalui momentum seminar ini, HMNI menjadikannya sebagai ruang untuk menyampaikan aspirasi dan keluhan nelayan secara langsung kepada pemerintah daerah. Harapannya, ada perhatian lebih serta kebijakan yang benar-benar berpihak pada peningkatan taraf hidup nelayan.
Dialog terbuka seperti ini diharapkan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan mampu melahirkan kebijakan yang implementatif. Nelayan berharap adanya jaring pengaman sosial atau skema bantuan yang tepat sasaran ketika mereka tidak dapat melaut.
Seminar ini diharapkan menjadi titik awal perubahan nyata, agar potensi kekayaan laut di Kepulauan Riau dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para nelayan. Dengan demikian, mereka dapat hidup lebih sejahtera, layak, dan mampu memenuhi kebutuhan keluarga.
Reporter: Rianah
Editor: Riyadh Hasan Mahrez
Redaksi: tarnabakunews.com
Santai, Santun, Supel, Simpel, Sembodo — tetap dengan sorot mata berita, fakta bukan rekayasa.
Share the post "Sinergi Kebijakan Pemerintah dan Realitas Kesejahteraan Nelayan Jadi Sorotan Utama Seminar Hari Nelayan Nasional"
