SISWI MADRASAH IBTIDAIYAH DI KALBAR DILAPORKAN JADI KORBAN INTIMIDASI, TUBUHNYA DIIKAT TALI RAFIA OLEH TEMAN SEKOLAH

KALIMANTAN BARAT, tarnabakunews.com, 17 Mei 2026 – Seorang siswi Madrasah Ibtidaiyah di Kalimantan Barat (Kalbar) dilaporkan menjadi korban tindakan intimidasi yang diduga dilakukan oleh sejumlah teman sekolahnya. Korban disebut mengalami perlakuan tidak menyenangkan hingga tubuhnya diikat menggunakan tali rafia.

Peristiwa tersebut diduga terjadi di lingkungan sekolah beberapa hari lalu dan kemudian viral di media sosial. Kejadian itu langsung menyita perhatian masyarakat serta mendorong pihak sekolah, aparat kepolisian, dan instansi pendidikan untuk melakukan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi awal yang beredar, korban yang masih berusia sekitar 8 hingga 10 tahun diduga mengalami intimidasi secara verbal maupun fisik. Tindakan tersebut disebut awalnya dianggap sebagai “candaan” oleh pelaku, namun berujung pada trauma dan ketakutan terhadap korban.

Orang tua korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwajib dan meminta adanya tindakan serius agar kasus serupa tidak kembali terjadi di lingkungan sekolah.

Pernyataan Resmi Pihak Terkait

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Terkait
“Kami menyampaikan permohonan maaf dan turut prihatin atas kejadian yang menimpa siswi kami. Setelah menerima laporan, kami segera menghubungi orang tua, mengadakan mediasi internal, serta berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan penyuluh keagamaan untuk penanganan kasus ini. Kami juga akan memperkuat pendidikan karakter serta pengawasan saat jam istirahat maupun aktivitas di luar kelas.”

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat
“Kami menegaskan bahwa tindakan intimidasi, bullying, maupun kekerasan fisik di lingkungan sekolah tidak dapat ditoleransi. Sekolah telah diminta menyampaikan laporan lengkap dan memastikan korban mendapatkan pendampingan psikologis. Program anti-bullying juga akan diperkuat di seluruh sekolah, termasuk madrasah.”

Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Barat
“Laporan terkait dugaan intimidasi terhadap siswi tersebut telah diterima dan saat ini masih dalam proses klarifikasi. Kami akan memeriksa pihak-pihak terkait guna mengetahui kronologi dan tingkat pelanggaran yang terjadi. Jika ditemukan unsur Hb pidana, maka proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.”

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, baik sekolah, orang tua, maupun masyarakat, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak serta menanamkan pendidikan karakter dan empati sejak dini. Lingkungan pendidikan diharapkan menjadi tempat yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk bullying maupun kekerasan terhadap anak.

Penulis: mR.Chud
Editor: Chalid
Redaksi: tarnabakunews.com

Santai • Santun • Simpel • Supel • Sembodo
Tetap Dengan Sorot Mata — Berita Fakta Bukan Rekayasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *