Sosialisasi Dana Abadi Kebudayaan 2026 Digelar di Tanjungpinang, Dorong Pemanfaatan Anggaran bagi Seniman

Tanjungpinang – Balai Pelestarian kebudayaan(BP kebudayaan) Kepulauan Riau menggelar seminar sosialisasi mengenai Dana Abadi Kebudayaan (DAKB) tahun 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman menyeluruh mengenai program pemanfaatan dan pengelolaan hasil dana abadi kebudayaan bagi para pelaku seni.

Acara berlangsung di kantor BP kebudayaan Kepulauan Riau yang terletak di Jalan Pramuka Nomor 7, Tanjungpinang. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Kajian Kepulauan Riau, Bapak Lohari, yang dalam kesempatannya menyampaikan pentingnya peran dana ini bagi kemajuan budaya daerah.

Hadir pula dalam pembukaan acara tersebut Kepala BP kebudayaan Kepulauan Riau, Bapak Jumhari, S.S., M.Hum. Kehadiran para pimpinan ini menunjukkan komitmen tinggi instansi pemerintah dalam mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan di wilayah Kepri.

Dalam seminar ini, menghadirkan sejumlah narasumber kompeten yang siap memaparkan materi secara mendalam. Salah satunya adalah Bapak Puguh Wiyatno selaku Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan, yang menjelaskan aspek teknis dan administratif dari program tersebut.

Selain itu, hadir juga Bapak Abi Malik dari PMO yang memaparkan detail mengenai tema program DAKB 2026. Salah satu poin penting yang disampaikan adalah mengenai kategori pendaftaran yang kini dilakukan secara online melalui sistem informasi yang telah disediakan.

Narasumber lainnya datang dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), diwakili oleh Bapak Sulis Gigih Prayogo selaku Kepala Subdivisi Hasil. Paparannya menyoroti teknis pengelolaan dana agar dapat memberikan manfaat yang maksimal dan berkelanjutan.

Materi penerima manfaat tahun 2025 disampaikan oleh ibu Wasliha Wasdana. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan secara rinci mengenai alur program, hak dan kewajiban penerima manfaat, serta ketentuan teknis dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban.

Acara yang dimoderatori oleh Bapak Jauhar Mubarok ini berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya dan berdiskusi langsung dengan para narasumber terkait kendala atau hal yang ingin diketahui lebih dalam.

Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi, terlihat dari jumlah peserta yang hadir mencapai kurang lebih 70 orang. Mereka terdiri dari para penggiat seni dan budaya Melayu, perwakilan organisasi budaya, serta tokoh-tokoh dari lembaga adat yang ada di Kepulauan Riau.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku budaya dapat lebih memahami mekanisme pendanaan dan siap untuk mengajukan proposal. Sosialisasi ini menjadi langkah awal agar potensi seni dan budaya di Kepri dapat terus berkembang dengan dukungan pembiayaan yang tepat dan terarah.

Reporter:sutrisman HS
Editor Dewi Condro.
Redaksi: tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *