Update Pencarian Korban Longsor TPST Bantargebang
Bantargebang, tarnabakunews.com, 10 Maret 2026 – Operasi pencarian dan evakuasi korban longsor timbunan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, terus berlangsung hingga hari kedua. Insiden terjadi pada Minggu (8/3/2026) sekitar pukul 14.30 WIB, ketika gunung sampah longsor menimpa lima truk sampah dan satu warung, melibatkan 336 personel SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, serta instansi terkait.

Korban Terkonfirmasi
Hingga Senin (9/3/2026) sore, dari 13 korban teridentifikasi:
- Selamat (6 orang): Budiman, Johan, Safifudin, Slamet, Ato, Dofir. Dua terakhir ditemukan selamat pukul 16.57 WIB dan kembali ke rumah.[1][2]
- Meninggal dunia (6 orang): Enda Widayanti (25, pemilik warung), Sumine (60, pemilik warung), Dedi Sutrisno (sopir truk), Irwan Supriatin (sopir truk), Jussova Situmorang, Hardianto (ditemukan pukul 17.50 WIB di pinggir kali).
- Masih hilang (1 orang): Riki. Pencarian difokuskan padanya.

| Kategori | Jumlah | Contoh Nama |
|---|---|---|
| Selamat | 6 | Ato, Dofir [1] |
| Tewas | 6 | Hardianto, Enda Widayanti [1][2] |
| Hilang | 1 | Riki [ 1 ] |
Upaya Pencarian
Tim SAR gabungan mengerahkan alat berat (beko), anjing K9, dan drone thermal untuk deteksi panas tubuh serta pembukaan akses. Jenazah Hardianto dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk identifikasi. Zona 4A TPST ditutup sementara oleh Pemprov DKI Jakarta.

Respons Pemerintah
KLH berjanji menyelidiki dan menempuh jalur hukum atas penyebab longsor. Gubernur DKI Pramono Anung menyatakan bertanggung jawab penuh atas penanganan korban.
Pencarian diprediksi berlanjut hingga semua korban ditemukan.
Penulis : Agus R.
Editor : Dewi Condro.
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa.
