L
Memuat...
Nishasa

EBOLA Di Kongo Jadi Wabah Terbesar Dalam Sejarah: Kasus Tembus 3.000, Korban Jiwa Lebih Dari 1.300 Jiwa

EBOLA DI KONGO JADI WABAH TERBESAR DALAM SEJARAH: KASUS TEMBUS 3.000, KORBAN JIWA LEBIH DARI 1.300 JIWA

KINSHASA, TarnabakuNews.com – Wabah penyakit Ebola yang melanda Republik Demokratik Kongo kini tercatat sebagai yang terbesar dan tercepat penyebarannya dalam sejarah negara itu. Data resmi per 26 Juli 2026 menunjukkan total kasus terkonfirmasi telah menembus angka 3.075 kasus, dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai 1.354 jiwa.

Wabah yang bermula pada pertengahan Mei 2026 ini disebabkan oleh jenis virus Bundibugyo. Hanya dalam waktu kurang dari 10 minggu, angka kematian sudah melampaui batas 1.000 jiwa—jauh lebih cepat dibanding wabah-wabah sebelumnya yang memakan waktu berbulan-bulan. Provinsi Ituri menjadi episentrum utama dengan lebih dari 90 persen kasus tercatat di wilayah tersebut .

 
PERNYATAAN RESMI
Juru Bicara Kementerian Kesehatan Republik Demokratik Kongo:

“Data terbaru mengonfirmasi total 3.075 kasus terkonfirmasi dan 1.354 meninggal dunia. Lonjakan ini terjadi setelah kami melakukan penyatuan dan pemutakhiran data secara menyeluruh dari seluruh wilayah terdampak. Kami mengakui ini adalah tantangan kesehatan terberat dalam sejarah negara kami. Akses yang sulit akibat kondisi keamanan di beberapa daerah menjadi kendala utama dalam penanganan cepat.”

Dr. Thierno Baldé, Kepala Penanganan Kejadian WHO:

“Ini adalah wabah dengan laju penyebaran tercepat yang pernah kami saksikan. Meskipun demikian, kami melihat adanya tanda-tanda stabilisasi di beberapa wilayah. Prioritas kami tetap pada deteksi dini, pengobatan segera, serta pemakaman yang aman dan bermartabat. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan petugas kesehatan.”

Selain Ituri, virus juga sudah menyebar ke Provinsi Kivu Utara, Kivu Selatan, Haut-Uele, dan Tshopo. Sebanyak 519 pasien telah dinyatakan sembuh, sementara lebih dari 700 orang saat ini menjalani perawatan di ruang isolasi .

Pemerintah Kongo telah mengalokasikan dana darurat sebesar 50 juta dolar AS untuk penanganan wabah, dengan dukungan logistik dan tenaga ahli dari WHO serta lembaga kesehatan dunia lainnya. Kendala utama yang dihadapi adalah akses ke wilayah konflik, keterbatasan tenaga kesehatan, serta keterlambatan sebagian masyarakat mencari pertolongan medis saat sakit .

Pihak berwenang juga telah melarang kegiatan berkumpul massal di daerah rawan guna memutus rantai penularan. Masyarakat diminta segera melapor jika mengalami gejala demam tinggi, lemas, nyeri tubuh, muntah, hingga perdarahan tanpa sebab.

Penulis: mR Chud
Editor: Dewi Agustina
Redaksi: tarnabakunews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan