L
Memuat...
Jombang

Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan Di Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam, Perkuat Moderasi Beragama Dan Persatuan Bangsa

CANGKRUK’AN HARMONI KEBANGSAAN DI PONDOK PESANTREN BAITUL MAKMUR WONOSALAM, PERKUAT MODERASI BERAGAMA DAN PERSATUAN BANGSA

Jombang, Tarnabakunews.com– Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Jombang menggelar kegiatan “Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan” pada Selasa, 3 November 2026, bertempat di Pondok Pesantren Baitul Makmur, Wonosalam, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun dialog lintas agama, serta memperkuat semangat moderasi beragama dan persatuan bangsa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus FKUB Kabupaten Jombang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jombang, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, unsur Muspika Kecamatan Wonosalam, tokoh lintas agama se-Kabupaten Jombang, serta para santri Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam.
Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan Ketua Pondok Pesantren Baitul Makmur Wonosalam, H. Sidik Purwanta, S.Pd.I. dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh tamu undangan yang telah hadir. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang perjumpaan yang membawa pesan persaudaraan, toleransi, dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat.

Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua FKUB Kabupaten Jombang, KH. M. Munif Kusnan, S.H., M.Si.kegiatan Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan merupakan salah satu upaya membangun komunikasi dan kebersamaan antartokoh agama.

Melalui dialog dan perjumpaan secara langsung, diharapkan tumbuh rasa saling memahami, menghormati, dan menjaga kerukunan antarumat beragama.
Dalam sambutannya, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jombang, Budi Winarno, menekankan pentingnya setiap individu menerapkan prinsip moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, moderasi beragama menjadi landasan penting untuk menjaga keharmonisan di tengah keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang masyarakat.
Beliau juga mengaitkan semangat kebangsaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98. Peringatan tersebut membawa pesan bahwa masa depan bangsa sangat ditentukan oleh generasi muda sebagai penerus perjuangan bangsa.
Oleh karena itu, pemuda harus memiliki semangat persatuan, toleransi, dan kepedulian terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Lebih lanjut, Bapak Budi Winarno, S.T., M.Si, mengingatkan adanya tiga tantangan utama dalam mewujudkan harmoni kebangsaan, yaitu:

  1. Egoisme, yakni sikap terlalu mementingkan diri sendiri atau kelompok sendiri di atas kepentingan bersama.
  2. Eksklusivisme, yakni sikap membatasi diri dan cenderung memisahkan diri dari masyarakat karena merasa kelompoknya memiliki hak eksklusif terhadap kebenaran.
  3. Etnosentrisme, yakni pandangan yang menganggap kebudayaan, norma, atau nilai-nilai kelompoknya sendiri sebagai yang paling benar dan paling baik, sementara kebudayaan lain dipandang lebih rendah atau salah.

Ketiga sikap tersebut perlu dihindari karena dapat menjadi penghambat terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis. Sebaliknya, masyarakat perlu mengembangkan sikap terbuka, saling menghargai, dan mengutamakan kepentingan bersama.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang yg hari ini diwakili oleh Dr. H. Arif Hidayatullah, M.Pd.I. sebagai Kepala Subbagian (Kasubbag) Tata Usaha Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang menyampaikan bahwa Kabupaten Jombang memiliki contoh nyata kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi moderasi beragama, salah satunya melalui keberadaan Kampung Moderasi Beragama di Desa Ngepeh.
Di wilayah tersebut, masyarakat hidup berdampingan dengan latar belakang agama yang beragam, yaitu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan Katolik. Keberagaman tersebut menjadi gambaran bahwa perbedaan keyakinan bukanlah penghalang untuk membangun kehidupan bermasyarakat yang rukun, saling menghormati, dan bekerja sama.

Melalui kegiatan Cangkruk’an Harmoni Kebangsaan ini, diharapkan terbangun kesadaran bersama bahwa kerukunan bukan sekadar slogan, melainkan harus diwujudkan melalui sikap dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
Pertemuan lintas agama di lingkungan pondok pesantren ini juga menjadi pesan penting bahwa nilai-nilai persaudaraan, toleransi, dan kebangsaan dapat tumbuh melalui dialog, kebersamaan, serta saling menghargai perbedaan.
Dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus menjaga persatuan, merawat kerukunan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk membangun Kabupaten Jombang yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Penulis: Lukius
Editor: Chalid
Redaksi: TarnanakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan