DUA ORANG MENINGGAL DUNIA TERTABRAK KRL, KAI TUTUP PERMANEN PERLINTASAN LIAR TEBET DAN KALIDERES
JAKARTA, TarnabakuNews.com, Jumat 21 Agustus 2026 — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta memutuskan menutup secara permanen dua perlintasan liar di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, dan Kalideres, Jakarta Barat. Keputusan ini diambil setelah dua orang Meninggal Dunia tertabrak KRL dalam peristiwa terpisah yang terjadi pada Kamis (20/8/2026) pagi .
KRONOLOGI KEJADIAN
Insiden pertama — Tebet, Jakarta Selatan
Terjadi sekitar pukul 06.30 WIB di perlintasan Kebon Baru, Tebet. KRL 1183 relasi Bogor–Jakarta Kota menyenggol Ishak (80 tahun), seorang warga lanjut usia yang berada di jalur tersebut. Korban meninggal di lokasi akibat luka parah .
“Korbanya seorang laki-laki diketahui bernama Ishak, usia 80 tahun.”
— AKP Joko Adi, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan
Insiden kedua — Kalideres, Jakarta Barat
Di waktu yang hampir bersamaan, di perlintasan Semanan Tembok Bolong, Jalan Gaga Utama, Kalideres, seorang pelajar SMA berinisial DK (18 tahun) tewas setelah sepeda motornya tertabrak KRL. Korban diduga nekat menerobos palang manual yang sudah ditutup warga.
“Palang pintu sudah nutup, dia doang yang nerobos.”
— Muhammad Darussalam, saksi mata
Kedua peristiwa ini sempat mengganggu operasional Commuter Line, menyebabkan keterlambatan pada rute Bogor–Jakarta Kota dan Duri–Tangerang .
PERNYATAAN RESMI KAI — PENUTUPAN PERMANEN
Menanggapi dua kecelakaan maut tersebut, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo menyatakan kedua lokasi perlintasan liar tersebut akan segera ditutup secara permanen demi keselamatan bersama.
“Segera ditutup. Perlintasan liar yang membahayakan perjalanan KA dan masyarakat, kita akan koordinasi dengan kewilayahan setempat, lakukan sosialisasi dan edukasi, lalu ditutup permanen demi peningkatan keselamatan.”
— Franoto Wibowo, Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Jumat (21/8/2026)
Franoto menambahkan bahwa kedua lokasi tersebut sebelumnya sudah masuk dalam daftar perlintasan liar yang akan ditutup, dan KAI telah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar. Penutupan tetap dilakukan meskipun sempat ada penolakan dari sebagian masyarakat.
- Perlintasan liar umumnya tidak dilengkapi alat pengaman, tidak dijaga petugas, dan berisiko tinggi
- KAI memiliki program rutin tahunan untuk menutup perlintasan liar di seluruh wilayah operasional
- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI akan berkolaborasi dengan KAI mencari solusi bersama
Sumber: PT KAI Daop 1 Jakarta, Polres Metro Jakarta Selatan & Barat,
Penulis : A.Riyadi
Editor: Dewi Condro
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa
