Bintan, Kepulauan Riau – tarnabakunews.com
Kegiatan tahunan Kenduri Morohom Bukit Batu Bintan, salah satu warisan budaya takbenda yang telah diakui secara nasional Indonesia, sukses diselenggarakan pada hari Jumat, (16/1/ 2026). Acara yang bertepatan pada tanggal 27 Rajab 1447 H ini dimulai pukul 07.15 WIB, dengan suasana penuh khidmat dan penuh penghormatan kepada para pendahulu di makam bukit batu, kabupaten Bintan.

Lokasi pelaksanaan acara ini ditetapkan di kompleks makam Bukit Batu, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan karena tempat ini bukan hanya sebagai pemakaman, melainkan juga menjadi saksi bisu sejarah perjuangan dan kehidupan masyarakat lokal sejak zaman dahulu kala.

Sesuai dengan tradisi yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, acara Kenduri Morohom kali ini hanya difokuskan pada kegiatan pembacaan doa di pemakaman bersejarah para leluhur. Tidak ada acara hiburan atau kegiatan lain yang mengurangi kesakralan momen tersebut.

Seluruh masyarakat Bintan Buyu, dari berbagai kalangan usia, turut hadir untuk ikut serta dalam momen sakral ini. Mereka berkumpul bersama, mengenakan pakaian adat atau pakaian yang sopan, kemudian memanjatkan doa serta mengingat jasa para leluhur yang telah merintis kehidupan di wilayah tersebut.

Tidak hanya warga lokal, kegiatan tahunan ini juga menghadirkan undangan khusus bagi para tokoh masyarakat setempat. Tokoh-tokoh tersebut datang untuk memberikan dukungan serta menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Bintan Buyu.

Perwakilan pemerintah daerah juga turut menghiasi acara ini, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bintan yang hadir mewakili Bupati Bintan. Kehadiran perwakilan pemerintah menjadi bukti bahwa upaya pelestarian warisan budaya mendapatkan dukungan penuh dari pihak berwenang.

Dalam sambutan yang singkat, perwakilan pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga tradisi Kenduri Morohom agar tetap lestari. Ia juga menekankan pentingnya melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa Indonesia.

Sebagai bagian yang tak terpisahkan dari tradisi, acara dilengkapi dengan hidangan khas yang menjadi simbol penghormatan kepada leluhur. Antara lain bunga hanggar, bunga telur, serta pulut kuning yang disiapkan dengan penuh cinta oleh masyarakat lokal.

Selain hidangan tradisional, juga dilakukan prosesi penaburan beras kunyit di area pemakaman leluhur. Tindakan ini memiliki makna filosofis mendalam, yaitu sebagai harapan agar kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan penuh berkah seperti warna kunyit yang melambangkan kemakmuran.

Kegiatan tahunan Kenduri Morohom Bukit Batu Bintan kali ini diharapkan tidak hanya menjadi momen penghormatan kepada leluhur, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga serta mengedukasi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya takbenda di Indonesia.

Reporter: sutrisman hs
Editor : Riyadh Hasan Mahrez
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *