Nahdlatul Ulama (NU): Merajut Ukhuwah, Menguatkan Jamiyyah
Istighosah dan Insentif Guru Ngaji Jadi Pilar Lailatul Ijtima MWCNU Megaluh
JOMBANG,Tarnabakunews.com Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Megaluh menggelar perhelatan akbar, Lailatul Ijtima Zona 1, di Masjid Baitussalam, Desa Turi Pinggir, pada Senin malam (10/11). Acara yang sarat makna ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat jamiyyah dan mewujudkan program kemandirian umat melalui penyerahan insentif bagi para asatidz dan guru ngaji Ranting Turi Pinggir.
Dihadiri penuh khidmat oleh pengurus MWC, Ranting NU, serta segenap warga nahdliyin setempat, Lailatul Ijtima dimulai tepat pukul 18.30 WIB dengan Sholat Isya Berjamaah, dilanjutkan dengan rangkaian ibadah sunnah yang menjadi tradisi amaliah NU. Sholat Sunnah Taubat, Tasbih, dan Hajat dipimpin dengan tawadhu oleh jajaran Syuriah Ranting NU Turi Pinggir.
Puncak kekhusyukan terasa saat memasuki pukul 19.30 WIB, di mana seluruh jamaah larut dalam Istighosah KH Hasyim Asy’ari dan doa bersama yang dipimpin oleh Syuriah MWC NU Megaluh. Suasana spiritualitas yang kental ini menegaskan komitmen warga NU untuk “Merawat Jagat Membangun Peradaban” dengan fondasi keimanan yang kokoh.
Dalam sambutan dan taujihat-nya,
Rois Syuriah MWC NU Megaluh menekankan bahwa Lailatul Ijtima adalah wadah strategis untuk konsolidasi organisasi dan penguatan spiritual bagi seluruh kader dan warga.
Agenda inti kemudian diisi dengan penyampaian materi Pembinaan Jamiyyah dan Sosialisasi Program NU oleh Tanfidziyah MWCNU. Dalam sesi inilah, realisasi program kemandirian berupa insentif untuk guru ngaji Ranting Turi Pinggir diserahkan secara simbolis.
> “Program insentif ini merupakan wujud nyata kepedulian dan apresiasi kami di MWCNU Megaluh terhadap para penjaga gawang Al-Qur’an di tingkat basis. Mereka adalah tiang peradaban kita,” ujar salah seorang pengurus, selaras dengan tema besar yang diusung oleh Nahdlatul Ulama.
>
Acara ditutup dengan sesi diskusi dan penyampaian aspirasi, yang memberikan ruang dialog terbuka untuk mempererat ukhuwah nahdliyah antara pengurus dan jamaah. Doa penutup yang dipimpin oleh Syuriah MWC NU Megaluh, diikuti dengan ramah tamah penuh kehangatan, menjadi penanda berakhirnya Lailatul Ijtima yang sukses dan berkah.
Kabiro Jombang : Mif
Editor : Dewi Condro.
Redaksi : tarnabakunews.com.
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap dengan Sorot Mata Berita Fakta Bukan Rekayasa
Share the post "Nahdlatul Ulama ( NU ) : Merajut Ukhwah, Menguatkan Jamiyyah Istighosah Dan Insentif Guru ngaji Jadi Pilar Lailatul Intima MWCNU Megaluh"
