L
Memuat...
Natuna

Nelayayan di Kabupaten Anambas 5 Hari Tak Pulang Saat Melaut, Keluarga Terima Kabar

Nelayan Di Kabupaten Anambas 5 Hari Tak Pulang Saat Melaut,Keluarga Terima Kabar

Natuna, TarnabakuNews.com – Perahu nelayan yang tak kunjung pulang,bukan sekadar urusan jam makan malam yang tertunda.

Salah seorang nelayan dari Kabupaten Anambas,saat turun melaut sudah 5 hari tak pulang-pulang dikabarkan sudah diketemukan selamat di perairan Malaysia.

Nelayan tersebut bernama Bachtiar berusia 61 tahun asal Genting Pulur, Kabupaten Kabupaten Anambas.

Dalam kecemasan yang ikut menunggu dirumah,hari berganti hari menunggu kabar dari tim SAR,keluarga Bachtiar menerangkan menerangkan kepergian Bachtiar saat melaut pada 10 Oktober 2026.

Setelah 5 hari menunggu kepastian,keluarga Bachtiar mendapat kabar Bachtiar dan pompong miliknya diketemukan di perairan Malaysia dalam keadaan selamat,Kamis(15/10/2026).

Informasi diterima dari kantor SAR Natuna dari Maritime Rescue Sub Centre Kuantan sekitar pukul 16.01 WIB.

Menurut informasi awal,sebuah kapal pemancing asal Malaysia menemukan Bachtiar diperairan dengan titik koordinat 02°40.140′ Lintang Utara dan 104°34.545′ Bujur Timur.

Pompong yang digunakan Bachtiar kehabisan bahan bakar,terhanyut hingga memasuki wilayah Malaysia.

Laut memang tidak mengenal batas administrasi ketika angin,arus dan kondisi perahu membawa seseorang menjauh dari tujuan semula.

Kabar penemuan itu diperlihatkan kepada keluarga Bachtiar melalui via video.Anak Bachtiar (Sabrani) membenarkan kepada Unit Siaga SAR Jemaja pada pukul 16.11 WIB bahwa nelayan yang ditemukan tersebut,yakin ayahnya.

Kepala kantor SAR Natuna,Abdul Rahman,S.E juga membenarkan informasi tersebut.

Namun penemuan tersebut,masih menjadi proses evakuasi dan pemulangan membutuhkan koordinasi dengan otoritas setempat.

“informasi dari MRSC Kuantan menyebutkan nelayan yang kita cari bersama pompongnya telah ditemukan dalam keadaan selamat oleh kapal pemancing Malaysia.Kami masih berkoordinasi untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman,mengingat lokasi penemuan berada di wilayah perairan Malaysia,”ujarnya Abdul Rahman.

Dari sejumlah unsur ikut mendukung pencarian,Posal dan Polsek Jemaja,BPBD, Polairud Polres Kepulauan Anambas,Pemerintah Kecamatan dan Desa,hingga Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia.Koordinasi lintas negara juga melibatkan Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Reporter: Mohd Nazar
Editor: Dewi Condro
Redaksi: TarnabakuNews.com
Santai Santun Supel Simpel Sembodo Tetap Dengan Sorot mata Berita Fakta Bukan Rekayasa

BAGIKAN BERITA INI:

Tulis Komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Komentar yang memenuhi syarat akan segera ditampilkan.

Berita Jangan Sampai Terlewatkan